Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia meningkat 0,69 poin menjadi 76,59 pada 2026, dengan empat provinsi mengalami peningkatan status.
Keempat provinsi tersebut adalah Bali dan Kalimantan Timur yang meningkat dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua Selatan yang naik dari kategori sedang menjadi tinggi.
“Sejak tahun 2020, IPM Indonesia mengalami peningkatan secara konsisten,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta, Kamis.
Secara keseluruhan, dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak lima provinsi telah mencapai status pembangunan manusia sangat tinggi, 30 provinsi berada pada kategori tinggi, dua provinsi berkategori sedang, dan satu provinsi masih berada pada kategori rendah.
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia DKI Jakarta meningkat 0,98 persen pada 2026
Lima provinsi dengan IPM sangat tinggi adalah DKI Jakarta sebesar 85,88, Daerah Istimewa Yogyakarta 83,43, Kepulauan Riau 81,12, Kalimantan Timur 80,09, dan Bali 80,03.
Sementara itu, Papua Pegunungan masih menjadi provinsi dengan IPM terendah, yakni sebesar 55,25.
BPS menjelaskan bahwa peningkatan IPM nasional pada 2026 didorong oleh perbaikan seluruh dimensi pembentuknya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Dari dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir meningkat 0,21 tahun menjadi 74,68 tahun.
Baca juga: Angka kemiskinan Kabupaten Malinau menurun dan IPM meningkat
“Artinya pada tahun 2026, rata-rata umur bayi yang baru lahir diperkirakan akan hidup hingga 74,68 tahun,” ujar Edy.
Sementara itu, dari dimensi pendidikan, harapan lama sekolah meningkat 0,04 tahun menjadi 13,34 tahun. Adapun rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas bertambah 0,09 tahun menjadi 9,16 tahun, atau setara dengan pendidikan hingga kelas 9 SMP.
Perbaikan juga terjadi pada dimensi standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat sebesar Rp566.000 dari Rp12,80 juta pada 2025 menjadi Rp13,37 juta pada 2026.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Imamatul Silfia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira