Jakarta (ANTARA) - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan DKI Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan menyentuh angka 99,74 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) Edwin Nurhadi dalam keterangan resmi, Jumat, mengatakan, hasil SNLIK 2026 itu menempatkan Jakarta pada posisi tertinggi secara nasional untuk indeks inklusi keuangan (99,74 persen) dan literasi keuangan (84,01 persen).

Namun meski akses keuangan semakin luas, dia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal dan kejahatan siber, termasuk penipuan. Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, dan ketentuan setiap produk keuangan sebelum menggunakannya.

“Kami ingin masyarakat Jakarta tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara cerdas dan bijak, serta waspada terhadap kejahatan finansial,” kata Edwin.

Sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar "Jakarta Finacial Festival 2026" di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Festival tersebut menjadi sarana mendekatkan literasi keuangan kepada generasi muda di tengah dinamika tantangan ekonomi dan tren in this economy era yang menuntut kecermatan dalam mengelola keuangan.

Baca juga: Pemprov DKI pastikan edukasi keuangan hingga ke akar rumput

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tercatat tumbuh sebesar 5,52 persen, dengan sektor perdagangan menyumbang kontribusi sebesar 18,24 persen.

Angka tersebut, kata dia, menegaskan posisi strategis aktivitas perdagangan sebagai penggerak utama ekonomi perkotaan.

Meski demikian, Rano mengingatkan agar seluruh pihak tidak lekas berpuas diri. Ia mengajak industri jasa keuangan dan para mitra untuk terus memperkuat sinergi dalam mendampingi serta mengedukasi masyarakat guna membangun perekonomian Jakarta yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan Jakarta Financial Festival berlangsung pada 23-24 Oktober 2026.

Sebanyak 20 pelaku usaha jasa keuangan turut berpartisipasi sebagai tenant untuk memberikan edukasi, konsultasi, serta pengenalan produk dan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

“Festival ini merupakan hasil kolaborasi OJK, Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, dan FKIJK DKI Jakarta untuk mendekatkan edukasi keuangan kepada masyarakat,” tutur Agus.

Baca juga: Anak muda butuh literasi keuangan

Baca juga: PWI-Bank Jakarta hadirkan kategori literasi keuangan ajang MHT 2026

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira