Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mempromosikan potensi pariwisata dan industri penerbangan Indonesia melalui jaringan diplomatik, khususnya kepada sejumlah duta besar asing yang berada di Jakarta.

"Kita percaya dengan membangun hubungan diplomatik yang cair dan kondusif dengan sejumlah negara maka akan banyak peluang yang bisa dikembangkan membangun konektivitas domestik dan internasional," kata Ketua Umum INACA sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja kepada media di Jakarta, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Golf: Friendship Beyond Fairway di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, dengan mempertemukan komunitas diplomatik, regulator, serta pelaku industri penerbangan.

Kegiatan yang melibatkan INACA dan komunitas Jakarta Ambassador Golfers Association (JAGA) ini menghadirkan ruang interaksi antara para pemangku kepentingan dari berbagai negara.

Komunitas diplomatik yang tercakup dalam daftar undangan berasal dari 35 negara mitra internasional bersama Indonesia sebagai tuan rumah, sehingga mencakup 36 negara.

Negara-negara tersebut antara lain Meksiko, Korea Selatan, Polandia, Georgia, Selandia Baru, Tunisia, Thailand, Malaysia, Uruguay, Afrika Selatan, Austria, Swiss, Spanyol, Kenya, Aljazair, Rumania, Yordania, Turki, Ukraina, Kosta Rika, Brasil, dan Pakistan.

Di antara tokoh yang masuk dalam daftar undangan adalah Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Indonesia Santo Darmosumarto selaku Co-Chair JAGA dan Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, serta sejumlah tokoh diplomatik Indonesia.

Baca juga: Inaca-Rajamice gencarkan promosi pariwisata melalui ITF

Baca juga: INACA: Iuran pariwisata beban tambahan bagi maskapai penerbangan

Menurut Denon, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan pemangku kepentingan penerbangan nasional, termasuk regulator, operator bandar udara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan pelaku usaha aviasi.

"Melalui pertemuan seperti ini, kita ingin membangun hubungan yang lebih erat, bertukar gagasan, dan membuka peluang kerja sama jangka panjang. Indonesia terbuka untuk kolaborasi dan investasi dalam pengembangan industri aviasi," ujar Denon.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar penerbangan yang besar, didukung kebutuhan konektivitas antar pulau serta posisi geografis yang strategis di kawasan Asia Tenggara.

Selain mempererat hubungan diplomatik, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang bisnis penerbangan Indonesia, mulai dari transportasi penumpang, layanan charter, kargo, hingga dukungan konektivitas bagi sektor pariwisata dan industri.

“Kemitraan internasional juga dinilai penting dalam mendorong transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, dan peningkatan standar keselamatan serta efisiensi operasional penerbangan,” kata Denon.

Melalui pendekatan jaringan yang lebih personal, INACA berharap hubungan yang terbangun dapat menjadi pintu masuk bagi dialog bisnis dan kerja sama lintas negara di masa mendatang.

Lebih dari sekadar turnamen golf, Golf: Friendship Beyond Fairway membawa pesan bahwa hubungan diplomatik dan jejaring industri dapat saling melengkapi dalam membuka peluang ekonomi baru.

“Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional akan semakin relevan untuk mendukung pengembangan sektor aviasi Indonesia menuju 2045,” katanya.

Baca juga: INACA ajak sinergi semua pihak atasi tantangan bisnis penerbangan

Baca juga: Garuda dan InJourney berupaya tarik wisman ke lebih banyak destinasi

Baca juga: Pembukaan penerbangan Australia-Lombok mudahkan perjalanan wisata NTB

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ahmad Wijaya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira