Jakarta (ANTARA) - Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Direktorat Jenderal Imigrasi menetapkan nama tunggal (brand) 'Beranda Imigrasi' untuk 254 titik lokasi unit pelayanan keimigrasian di luar gedung kantor imigrasi di Indonesia, Rabu.

Menurut Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, kebijakan penyeragaman nama ini untuk memudahkan masyarakat mengenali dan mengakses layanan paspor maupun keimigrasian di berbagai ruang publik.

"Rebranding ini berakar dari keinginan Imigrasi untuk memangkas kebingungan publik akibat banyaknya istilah dan singkatan nama unit layanan luar kantor yang beragam," katanya.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat masyarakat mengenal unit layanan luar kantor imigrasi dengan istilah Unit Layanan Paspor (ULP), Unit Kantor Kerja (UKK), atau Immigration Lounge. Dengan hadirnya nama tunggal Beranda Imigrasi dapat langsung dikenali oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Secara rinci, 254 titik layanan imigrasi tersebut terdiri atas 156 mal pelayanan publik, 33 ULP, 20 immigration lounge, 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP)/Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), 15 UKK Imigrasi, 13 Ultima I'm SeZ dan 1 Immigration Corner. Kini seluruhnya bernama 'Beranda Imigrasi'.

Penyeragaman nama ini juga berdampak langsung pada penamaan titik lokasi di platform digital seperti Google Maps serta pada Aplikasi M-Paspor. Setelah kebijakan ini berlaku, masyarakat dapat mencari nama lokasi pelayanan keimigrasian selain kantor imigrasi dengan format 'Beranda Imigrasi' [masukkan area].

Sebagai contoh, titik layanan yang semula bernama "Immigration Lounge Senayan City Mall" kini menjadi "Beranda Imigrasi Senayan City Mall".

"Dengan menghadirkan nama tunggal Beranda Imigrasi, kami ingin masyarakat dari berbagai kalangan dapat langsung mengenal tempat pelayanan imigrasi dengan mudah di manapun mereka berada," ujarnya.

Hendarsam menambahkan, dipilihnya nama Beranda Imigrasi karena memiliki filosofi yang mendalam. Berandai yang diartikan sebagai titik temu terdepan di sebuah rumah sebelum seseorang melangkah ke tempat yang baru.

Konsep ini, kata dia, mencerminkan kehangatan, keramahan, dan keterbukaan Imigrasi Indonesia dalam melayani dan mendampingi setiap awal perjalanan masyarakat.

Hendarsam mengungkap gagasan utamanya adalah menghadirkan area layanan berkonsep ramah dan bersahabat yang mengikis kesan kaku birokrasi, namun tetap menjunjung tinggi ketertiban administrasi dan profesionalisme.

"Kami ingin masyarakat merasa dekat, nyaman, dan terlayani dengan cepat setiap kali berkunjung ke Beranda Imigrasi," ucapnya.

Kehadiran Beranda Imigrasi yang banyak terintegrasi di pusat-pusat keramaian publik seperti pusat perbelanjaan (mal), kampus, hingga kawasan terpadu, merupakan bentuk nyata komitmen Imigrasi untuk terus mendekatkan diri, dan memberikan kemudahan akses bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Dengan mengusung semangat pelayanan yang dekat, hangat, dan ramah, Beranda Imigrasi siap menjadi sahabat masyarakat dalam mempersiapkan dokumen perjalanan menuju berbagai penjuru dunia," kata Hendarsam.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Laily Rahmawaty

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira