Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin bergerak sideways di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap rilis data-data ekonomi dalam negeri.
Dibuka melemah, IHSG pukul 10.12 WIB bergerak menguat 4,08 poin atau 0,08 persen ke posisi 5.061,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,78 poin atau 0,15 persen ke posisi 515,95.
"Secara teknikal diperkirakan IHSG menguji level 4.900-5.000. Jika IHSG bertahan di atas level 5.000, maka berpotensi akan bergerak sideways di kisaran 5.000-5.200. Peluang untuk menutup gap di 5.800 masih terbuka jika IHSG mampu bertahan di atas 5.450. ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis data Manufacturing Purchasing Managers (PMI) Index, data neraca perdagangan, data inflasi, data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, data cadangan devisa, serta indeks harga rumah.
Baca juga: BEI apresiasi dukungan Chapman Taylor soal Bursa RI di emerging market
Selain itu, investor akan mencermati dampak dikeluarkannya saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai perdagangan Senin (2/11), yang akan mendorong kenaikan bobot saham-saham lain yang masih masuk dalam perhitungan, terutama saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar.
Dari mancanegara, investor mencermati pemilu midterm di Amerika Serikat (AS) pada pekan ini, yang mana menurut jajak pendapat diindikasikan Partai Republik berisiko kehilangan mayoritas di DPR AS serta kendali atas Senat, sehingga berpotensi menghambat upaya Presiden Donald Trump menjalankan agendanya.
Sementara itu, konflik geopolitik juga masih akan menjadi perhatian investor, di samping berlanjutnya earning season kuartal III-2026.
Dari AS, laporan keuangan dan proyeksi kinerja emiten teknologi yang berada di bawah estimasi, telah meningkatkan kekhawatiran akan tanda-tanda perlambatan dalam pertumbuhan bisnis yang terkait AI.
Baca juga: BEI periksa acak "free float" emiten, siap sanksi tegas pelanggar
Bursa Eropa bergerak variatif pada penutupan Jumat (30/10) pekan kemarin, diantaranya FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,85 persen, indeks CAC 40 Prancis melemah 0,01 persen, indeks Euro Stoxx 50 melemah 1,22 persen.
Bursa AS Wall Street kompak melemah pada Jumat (30/10), diantaranya Indeks S&P 500 melemah 1,82 persen, indeks Nasdaq Composite memelah 2,86 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,09 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain, indeks Nikkei melemah 0,14 persen ke 63.195,00, indeks Hang Seng menguat 0,06 persen ke 23.309,76, indeks Kospi melemah 1,54 persen ke 5.819,53, indeks Shanghai menguat 0,36 persen ke 3.612,27, dan indeks Strait Times melemah 1,45 persen ke 5.289,76.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Heriyanto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira