Kombinasi sentimen meningkatkan tekanan jual dan menurunkan risk appetite investor
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah tertekan oleh kombinasi sentimen dari tingkat global dan domestik.
IHSG ditutup melemah 106,96 poin atau 1,99 persen ke posisi 5.266,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,14 poin atau 1,69 persen ke posisi 533,02.
“Kombinasi sentimen meningkatkan tekanan jual dan menurunkan risk appetite investor,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Elandry menjelaskan sejumlah sentimen yang membebani indeks, di antaranya ketidakpastian terkait evaluasi MSCI terutama mengenai transparansi dan investability pasar saham Indonesia.
Ia melanjutkan rupiah yang melemah hingga Rp18.167 per dolar AS telah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Kemudian, harga minyak mentah Brent yang naik ke level 112 dolar AS per barel, berpotensi menambah tekanan inflasi dan beban impor energi di domestik.
Selanjutnya, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke level 7,52 persen, sehingga membuat investor semakin mencermati risiko dan daya tarik aset domestik.
Selain itu, Elandry menyebut foreign capital outflow (arus keluar dana asing) menekan pasar di tengah sentimen global dan ketidakpastian arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Baca juga: BEI: Dikecualikannya saham HSC dari IHSG tak kurangi total market cap
Baca juga: IHSG diprediksi sideways di tengah "wait and see" kebijakan The Fed
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan diumumkan pada Rabu (27/10) pagi waktu Indonesia, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya atau tidak berubah.
Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI telah mengumumkan sejumlah inisiatif pada Senin (26/10), di antaranya memperpanjang kebijakan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga Juni 2027.
Lalu, memperluas Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan orang, dengan melibatkan pihak eksternal dan independen, di antaranya pelaku industri pasar modal, akademisi, hingga investor asing.
Kemudian, BEI segera menerbitkan pengumuman dan melakukan investigasi saat terdeteksi adanya dugaan manipulasi harga saham di pasar modal Indonesia.
Selanjutnya, BEI mengurangi penetapan Unusual Market Activity (UMA) dan melakukan suspensi saham, di sisi lain akan mengedepankan tindakan terhadap rekening efek yang terindikasi melakukan manipulasi harga saham
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor industri yang menguat sebesar 0,66 persen.
Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 3,72 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 3,44 persen dan 3,33 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DADA, TGUK, BOGA, TMPO dan OKAS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMKM, WGSH, UDNG, LOPI dan IDEA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,89 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,94 miliar lembar saham senilai Rp17,45 triliun. Sebanyak 101 saham naik 647 saham menurun, dan 215 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,78 persen ke 63.294,00, indeks Kospi menguat 3,09 persen ke 5.638,34, indeks Shanghai melemah 1,33 persen ke 3.648,30, indeks Hang Seng melemah 0,96 ke 22.989,00, dan indeks Strait Times melemah 0,25 persen ke 5.401,81.
Baca juga: IHSG Selasa dibuka melemah 15,13 poin ke posisi 5.357
Baca juga: IHSG ditutup melemah di tengah "wait and see" kebijakan bunga The Fed
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Heriyanto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira