Jakarta (ANTARA) - Produsen kendaraan Hyundai berupaya mengoptimalkan utilisasi pabriknya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dengan memanfaatkannya untuk memproduksi mobil listrik Hyundai Neira dan Kia Carens.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan bahwa fasilitas Hyundai Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang kapasitas produksi tahunannya sekitar 150.000 unit, tetapi tingkat utilisasinya saat ini masih sekitar setengah dari kapasitasnya.

"Dengan adanya Kia Carens dan Hyundai Neira harapannya kita bisa menuju utilisasi maksimal dari pabrik yang sudah kita bangun, supaya itu juga bisa meningkatkan pendapatan ataupun karyawan yang ada di sana," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa kendaraan listrik berkapasitas tujuh penumpang Hyundai Neira terbaru akan diproduksi di fasilitas HMMI Cikarang.

Produksi Neira di Indonesia juga didukung oleh pengembangan komponen lokal, antara lain melalui fasilitas produksi baterai Hyundai di Karawang, Jawa Barat.

Menurut Frans, Neira sudah pasti memenuhi persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen sesuai ketentuan yang diberlakukan pemerintah pada tahun 2027.

"TKDN Neira itu sudah pasti di atas 60 persen, karena pabrik baterainya sendiri sudah ada di Karawang, jadi tinggal utilisasinya saja. Kemudian, nanti dari pabrik baterai tersebut pasti perakitannya juga ada di pabrik Cikarang, jadi sudah pasti 60 persen," ia menjelaskan.

Ia menyampaikan bahwa produksi lokal Hyundai Neira utamanya dimaksudkan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri.

"Ada untuk ekspor juga, tapi pasti yang paling utama itu bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dulu baru nanti kita berpikir untuk ekspor," katanya.

Baca juga: Hyundai pastikan Neira penuhi syarat TKDN tahun 2027

Baca juga: Layanan pemesanan awal Kia Carens EV telah dibuka

Presiden Direktur PT HMID Kenny Lee mengatakan bahwa bagi Hyundai, pengembangan elektrifikasi kendaraan bukan hanya tentang menghadirkan lebih banyak model kendaraan listrik.

"Tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi melalui produksi lokal, pengembangan rantai pasok, serta kolaborasi infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan mobilitas listrik di Indonesia," ia menambahkan.

Kenny mengemukakan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik guna menghadirkan solusi mobilitas yang semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan hasil riset terbaru perusahaan, menurut dia, Hyundai termasuk dua besar merek kendaraan listrik yang paling diminati oleh kalangan Milennial dan Gen Z, yakni orang-orang yang dilahirkan tahun 1980 sampai1994 serta tahun 1995 sampai 2009.

Ia mengemukakan bahwa hasil riset itu mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap visi dan solusi elektrifikasi yang ditawarkan oleh perusahaan.

"Momentum positif ini mendorong kami untuk terus memperluas ekosistem EV dan menghadirkan mobilitas listrik yang semakin dekat, relevan, dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Pabrik baterai mobil listrik dibangun di Cikarang Kabupaten Bekasi

Baca juga: Hyundai kenalkan mobil listrik Ioniq 5 buatan pabrik Cikarang

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Source: ANTARA · Pamela Sakina

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira