Islamabad (ANTARA) - Seekor hiu kelabu (dusky shark) yang terancam punah kembali lagi hanya beberapa jam setelah pihak berwenang mengarahkannya kembali ke laut, lapor media setempat, Kamis (22/10).

Menurut laporan tersebut, hiu tersebut sebelumnya sempat terjebak di sebuah kanal di kota pelabuhan Busan, Korea Selatan, selama lebih dari sebulan.

Menurut The Korea Herald, hiu betina yang dijuluki "Bukang-i" itu terlihat pada Kamis pagi di dekat pintu masuk kanal di North Port Waterfront Park, Busan, setelah melewati penghalang terapung pada Rabu malam.

Itu adalah kali kedua hiu tersebut berhasil melewati penghalang setelah upaya penyelamatan dilakukan.

Pihak berwenang sempat menyatakan operasi penyelamatan pada Rabu berhasil sekitar pukul 18.10 waktu setempat (16.10 WIB), namun hiu tersebut terlihat kembali melewati penghalang sekitar pukul 23.05 waktu setempat (21.05 WIB).

Saat ini, para pejabat tengah mempertimbangkan untuk memperkuat penghalang atau menangkap hiu tersebut untuk kemudian dipindahkan ke perairan terbuka.

Kembalinya hiu tersebut secara berulang membuat pihak berwenang bingung, karena mereka khawatir dengan kondisi kesehatan hiu yang terus menurun serta suhu air yang semakin dingin.

Institut Nasional Ilmu Perikanan (National Institute of Fisheries Science) belum melihat Bukang-i makan.

Selain itu, adanya luka yang terlihat serta rekaman yang menunjukkan hiu tersebut menabrak dinding kanal juga menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut.

Hiu itu pertama kali terlihat pada 18 September dan telah menjadi daya tarik warga setempat, dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1,6 juta orang hingga Minggu, lapor kantor berita Yonhap.

Upaya penyelamatan sebelumnya pada 29 September dan 2 Oktober tidak membuahkan hasil. Pihak berwenang khawatir hiu tersebut bisa mati jika suhu air terus menurun.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Hiu Paus sepanjang 9 meter ditemukan mati terdampar di Wakatobi

Baca juga: Riset temukan peningkatan hiu paus terdampar, didominasi berusia muda

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira