Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran modal asing keluar (capital outflow) jika persoalan pasar modal Indonesia terkait evaluasi MSCI tidak segera diselesaikan.
“Saya mau terus terang saja, tapi ini masalah amat sangat serius. Jangan sampai rupiah jadi Rp21.000 atau Rp22.000 (per dolar AS). Ini mempunyai dampak politik yang luar biasa negatif,” kata Hashim dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis.
Hashim mengingatkan risiko penurunan status pasar modal Indonesia menjadi standalone market berpotensi mengurangi sumber pendanaan di pasar modal domestik karena investor asing berpotensi menarik investasinya.
Arus modal keluar tersebut juga berisiko memperlemah rupiah dan meningkatkan biaya pembayaran utang luar negeri Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, dapat menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional.
“Saya mohon kepada kawan-kawan dari Kadin, ini masalah sangat-sangat serius. Karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah,” ujar Hashim.
Persoalan tersebut juga perlu mendapat perhatian mengingat sekitar 32,7 juta warga negara Indonesia tercatat memiliki akun untuk berinvestasi saham, berdasarkan data yang ia terima dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lebih lanjut, Hashim menyoroti indikasi praktik perdagangan saham yang tidak sehat, termasuk praktik “goreng” harga saham, sebab hal ini menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian MSCI dan investor asing.
Selain itu, ia menyinggung keterbatasan porsi saham yang beredar di publik (free float) serta rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/P/E) yang dinilai tidak wajar. Kedua aspek tersebut perlu menjadi perhatian dalam pembenahan pasar modal Indonesia.
Untuk itu, Hashim mengimbau pelaku usaha, termasuk anggota Kadin, agar mendukung terciptanya perdagangan saham yang sehat dan transparan.
“Jangan sampai kawan-kawan Kadin juga ikut dengan praktik-praktik goreng-gorengan. Saya kira ini nanti yang jadi korban adalah 32.700.000 kawan-kawan kita, saudara-saudara kita,” kata dia.
Hashim mencontohkan kasus pasar saham di Turki yang baru-baru ini terjadi. Menurut dia, persoalan serupa perlu dicegah di Indonesia melalui penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat penugasan dari Presiden untuk membantu pemerintah memitigasi risiko terkait evaluasi MSCI agar situasi pasar modal tetap terkendali.
Oleh sebab itu, pada kesempatan tersebut, Hashim turut menegaskan komitmen pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap praktik perdagangan saham yang melanggar ketentuan.
Baca juga: IHSG ditutup melemah ikuti bursa Asia seiring "risk off" investor
Baca juga: Pandu Sjahrir respons soal kabar kepemilikan saham di Supra Sekuritas
Baca juga: Perdana, RUPSLB BEI setujui bagikan dividen Rp1,56 triliun
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira