Kudus (ANTARA) - Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pekan ini mengalami kenaikan dari sebelumnya dijual Rp10.000 per kilogram (kg) menjadi Rp11.500 per kg seiring menipisnya stok kedelai di pasaran.
"Kenaikan harga jual terpantau sejak dua bulan terakhir, dengan kenaikan secara bertahap dari sebelumnya Rp10.000/kg naik bertahap hingga pekan ini menjadi Rp11.500/kg," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf di Kudus, Jateng, Sabtu.
Informasi yang diterima, kata dia, penyebab kenaikan harga jual komoditas impor tersebut karena naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah serta kenaikan indeks harga.
"Dimungkinkan di negara asal juga terjadi penurunan produksi, sehingga berlaku hukum pasar stok kedelai yang terbatas mengakibatkan harga melonjak," ujarnya.
Ia memperkirakan harga bakal terus naik, karena suplier besar di Semarang menginformasikan bahwa stok kedelai mulai berkurang dan belum ada tambahan pasokan.
Stok kedelai yang tersedia di gudang, kata dia, hanya 40 ton, hanya bisa memenuhi kebutuhan pengrajin tahu maupun tempe antara dua hingga tiga hari.
"Rata-rata permintaan sekitar 20 ton per hari. Sehingga jika melewati dua hari belum ada pasokan tambahan, tentu pengrajin juga membutuhkan alternatif pasokan," ujarnya.
Ia berencana mencari pasokan kedelai lokal, karena dalam waktu dekat ada panen kedelai dari Kabupaten Purwodadi.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji mengakui harga jual kedelai impor selama ini sering berfluktuasi.
Untuk stok kedelai impor, kata dia, kabarnya memang berkurang, tetapi untuk memastikan akan melakukan pengecekan di lapangan.
Hasil pantauan harga di pasar tradisional pada Jumat (30/10), kata dia, harga kedelai impor mencapai Rp11.500 per kg. Sedangkan kedelai lokal mencapai Rp15.000 per kg.
Baca juga: Mendag buka opsi subsidi perajin tempe imbas harga kedelai naik
Baca juga: Perajin tahu Kulon Progo sesuaikan ukuran tahu siasati harga kedelai
Baca juga: Produsen tahu dan tempe di Jakbar keluhkan kenaikan harga kedelai
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Akhmad Nazaruddin
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira