Kota Bengkulu (ANTARA) - Harga cabai merah saat ini di sejumlah pasar di Kota Bengkulu mengalami kenaikan Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Panorama Kota Bengkulu yaitu Joni menyebut bahwa kenaikan harga cabai merah disebabkan karena kurangnya pasokan cabai dari petani.

"Beberapa hari lalu cabai merah harganya capai Rp100 ribu per kilogram, dan sekarang kembali ke Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram,” ujar dia di Kota Bengkulu, Senin.

Dengan berkurangnya stok cabai merah dari petani di wilayah Provinsi Bengkulu, sehingga dirinya mengambil stok cabai merah dari daerah lain seperti Kota Palembang dan Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang cabai lainnya di Pasar Panorama yaitu Selpi bahwa pasokan cabai bahwa stok cabai merah dari wilayah Bengkulu belum mencukupi sehingga pedagang harus mengambil tambahan pasokan dari luar daerah.

"Untuk stok cabai rawit terbatas. Barangnya ngambil sedikit di sini (Bengkulu), ngambil pasokan dari luar wilayah Provinsi Bengkulu seperti Kota Palembang dan lainnya,” terang dia.

Selain harga cabai merah yang mengalami kenaikan, cabai jenis lainnya juga mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit merah sebesar Rp80 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp60 ribu, dan harga cabai hijau yaitu Rp40 hingga Rp45 ribu per kilogram.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menganggarkan dana sebesar Rp200 juta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan untuk pelaksanaan operasi pasar murah yang akan dilaksanakan di 67 kelurahan yang ada di sembilan kecamatan di wilayah tersebut.

Pelaksanaan operasi pasar tersebut akan dilaksanakan secara mobile atau berpindah-pindah di setiap kelurahan di wilayah tersebut pada akhir November hingga awal Desember 2026.

"Menjelang hari besar keagamaan Natal dan menjelang perayaan tahun baru, Pemkot Bengkulu telah mengalokasikan dana melalui APBD perubahan sebesar Rp200 juta, dan mudah-mudahan di akhir November dan awal Desember 2026 pelaksanaan operasi pasar akan dilaksanakan secara mobile," kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu Jasya Arief.

Untuk komoditi pangan yang akan disediakan dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar yaitu beras, cabai, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gula, telur ayam, daging ayam potong, daging sapi dan lainnya.

Untuk pelaksanaan operasi pasar tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pokok di masyarakat tetap terjaga dan memastikan harga pangan pada akhir tahun tidak mengalami perubahan atau kenaikan secara signifikan.

"Dengan adanya operasi pasar murah ini diharapkan agar tidak adanya panic buying di tengah masyarakat pada akhir tahun seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.

Baca juga: Wamentan dorong BUMD tekan disparitas harga cabai antardaerah

Baca juga: PIHPS catat harga cabai rawit Rp124.400/kg, telur ayam Rp39.400/kg

Baca juga: Banjarnegara siap pasok cabai untuk daerah yang alami kenaikan harga

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anggi Mayasari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira