Karena itu anak muda itu adalah salah satu cikal bakal memberi dampak untuk masa depan kita

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra mengungkap selama tiga tahun terakhir semakin banyak generasi muda yang beracara di MK, melakukan pengujian undang-undang, yang ia sebut dengan "generasi baru hukum Indonesia".

"Kalau dilihat dalam 3-4 tahun terakhir justru yang paling banyak datang ke Mahkamah Konstitusi itu dari kalangan muda, dan dari kalangan muda itu juga muncul generasi baru hukum Indonesia," kata Saldi dalam talkshow Open House dan Ngopi Bareng #Courtizen Jilid V di Gedung I MK, Jakarta, Rabu (28/10).

Dalam talkshow dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda itu, Saldi menyebut banyak dari generasi baru hukum Indonesia itu mengajukan pengujian materiil undang-undang yang menjadi aspirasi dari warga negara.

Baca juga: Kemendikdasmen ajak pemuda jaga eksistensi Bahasa Indonesia

Seperti permohonan uji materil Undang-Undang Kesehatan terkait produk makanan yang membahayakan kesehatan seperti kadar gula tinggi, juga kadar lemak dan garam tinggi.

Melalui pengujian tersebut, kata dia, membuat pemerintah harus memastikan bahwa warga negara mengetahui ancaman untuk kesehatannya.

Menurutnya, permohonan itu juga penting bagi masyarakat luas, terutama dirinya yang hampir berusia 60 tahun, perlu membatasi kadar gula, garam, dan lemak dari makanan kemasan yang dikonsumsinya.

"Kalau saya tidak diberitahu ada instrumen yang sederhana bisa diketahui kan bisa terjebak untuk mengkonsumsi kadar garam yang mungkin berbahaya untuk kesehatannya," ujarnya.

Ia menyebut, permohonan tersebut menjadi pengingat ke pemerintah untuk bertanggungjawab memberikan sinyal yang jelas kepada konsumen terkait kadar gula, garam dan lemak pada makanan.

Baca juga: Megawati sampaikan tiga pesan di Hari Sumpah Pemuda

Permohonan berikutnya yang diajukan oleh pemohon muda, terkait penghapusan presidential threshold.

"Karena itu anak muda itu adalah salah satu cikal bakal memberi dampak untuk masa depan kita. Tidak hanya soal politik, tapi juga soal-soal hak konstitusional kesehatan," katanya menerangkan.

Saldi juga mengungkapkan bahwa persidangan MK yang terbuka, membuatnya banyak diliput oleh media, karena isu yang diangkat menarik untuk diberitakan.

Hal itu membuat sidang MK menjadi ruang untuk generasi muda tampil lebih terbuka di ruang publik.

"Akhirnya orang makin tertarik untuk bisa masuk ke ruang MK, bahkan mendorong anak-anak baru mengambil peran di Mahkamah Konstitusi, dan saya sendiri merasa terkejut, sebagian besar permohonan yang diajukan oleh para pemohon muda itu tergolong permohonan yang bagus," ucapnya.

Baca juga: Sumpah Pemuda jadi momentum perkuat satukan tekad bangun Indonesia

Memperingati Sumpah Pemuda, MK menggelar "Open House dan Ngopi Bareng #Courtizen Jilid V, yang merupakan agenda rutin dalam rangka meningkatkan literasi generasi muda mengenai hak konstitusional dan ruang partisipasi warga negara.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol MK Pan Mohammad Faiz Kusuma Wijaya mengatakan dari 600 peserta yang mendaftar, terpilih 65 orang untuk mengikuti Open House dan Ngopi Bareng #Courtizen Jilid V.

Selain talkshow, kegiatan ini juga diisi dengan rangkai kegiatan pengenalan tentang MK, tur gedung MK dan Pusat Sejarah Konstitusi (Puskon) serta menonton persidangan.

Narasumber talkshow yang dihadirkan selain Wakil Ketua MK Saldi Isra, juga Founder Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air Rian Fahardhi, yang dijuluki Presiden Gen-Z.

"Kami hadirkan narasumber ini berkaitan erat dengan tujuan dari kegiatan ini, yaitu untuk mengajak generasi muda khususnya courtizen MK dalam membangun kesadaran berkonstitusi agar berdapat berkontribusi positif dan memberi warna bagi masyarakat, bangsa dan negara," ucap Faiz.

Baca juga: Hakim Saldi: Baca, tulis dan komunikasi kunci jadi pemuda berdampak

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Laily Rahmawaty

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira