Mataram (ANTARA) - Penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SD Al Iqro, Kota Mataram, mendapat tanggapan positif dari kalangan guru dan siswa, karena dinilai lebih efektif dalam meningkatkan konsumsi makanan siswa dibandingkan metode omprengan.
Hal tersebut disampaikan Nur Hidayati, salah seorang guru kelas 6 SD Al Iqro Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di sela kegiatan uji coba penyajian MBG dengan sistem prasmanan tahap dua di Mataram, Selasa.
Menurutnya, penyajian makanan yang masih hangat melalui sistem prasmanan membuat anak-anak lebih berselera dan menghabiskan makanannya.
Baca juga: BGN uji coba MBG prasmanan tahap dua di SD Al Iqro Mataram
"Kalau yang kemarin kan pas disajikan menggunakan omprengan, makanannya sudah dingin ketika sampai di sekolah pukul 11.30 Wita. Nafsu makan anak-anak jadi kurang," katanya.
Kalau dengan sistem prasmanan sekarang ini, lanjutnya, kondisi makanan semua masih hangat, jadi otomatis anak-anak pasti habis dan anak-anak bisa mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan dan seleranya.
Selama uji coba MBG prasmanan tahap pertama pada 19–21 Oktober 2026 dan hari pertama uji coba tahap kedua, sejauh ini belum ada kendala berarti terkait penerapan sistem prasmanan dan situasinya masih terpantau aman.
"Kami bahkan menyatakan untuk tetap memilih sistem prasmanan ke depannya, terutama karena faktor kehangatan makanan yang mampu menggugah selera makan siswa serta mengurangi makanan sisa yang terbuang," katanya.
Terkait proses persiapan dan penyajian yang memakan waktu, Ida memastikan hal tersebut tidak mengganggu jam belajar siswa di kelas sebab aktivitas distribusi makanan dinilai berjalan efektif dan sesuai dengan jadwal istirahat.
"Begitu pukul 11.30 Wita, anak-anak sudah keluar istirahat sampai pukul 12.00 Wita, sudah selesai dan siswa siap-siap untuk salat dzuhur berjamaah. Alhamdulillah, MBG prasmanan tidak mengganggu mata pelajaran," katanya.
Baca juga: MBG prasmanan diuji coba di 66 SPPG di 10 provinsi
Baca juga: Kepala BGN: MBG prasmanan bisa kurangi limbah makanan
Selain mendapat dukungan positif dari pihak guru, penerapan MBG prasmanan juga mendapat dukungan dari kalangan siswa yang merasa lebih memilih penerapan MBG prasmanan dibandingkan omprengan.
Ganin, salah satu siswa kelas 6 SD Al Iqro mengatakan lebih senang dengan penerapan MBG prasmanan, karena dia bisa memilih menu sesuai selera dan makanannya masih hangat, sehingga meningkatkan nafsu makan.
"Dengan prasmanan, saya bisa pilih menu yang saya suka. Kalau tidak suka, seperti sambal, saya tidak ambil," katanya.
Hal senada juga disampaikan siswa lainnya, Pangeran, yang lebih memilih penyajian MBG dengan sistem prasmanan dibandingkan dengan omprengan.
Pewarta: Nirkomala
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nirkomala
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira