- Jumat, 6 November 2026 21:02 WIB
Petugas mengamati guguran awan panas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 15.48 WIB, awan panas guguran meluncur sejauh 5.000 meter dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak serta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan karena berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU
Guguran awan panas Gunung Semeru terlihat dari Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 15.48 WIB, awan panas guguran meluncur sejauh 5.000 meter dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak serta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan karena berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU
Dua pekerja mengendarai sepeda motor untuk menyelamatkan diri saat terjadi guguran awan panas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 15.48 WIB, awan panas guguran meluncur sejauh 5.000 meter dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak serta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan karena berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU
Guguran awan panas Gunung Semeru terlihat dari Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 15.48 WIB, awan panas guguran meluncur sejauh 5.000 meter dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak serta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan karena berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · antaranews.com
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira