Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda membeli produk bertuliskan “less sugar”, “zero sugar”, atau saus gurih dan merasa aman dari bahaya gula? Nyatanya, hidden sugar atau gula tersembunyi bertebaran di sekitar kita dalam berbagai samaran. Agar tidak terjebak promosi kemasan, menjadi konsumen yang cerdas saat membaca label makanan harian adalah kuncinya.
Langkah awal mengenali gula tersembunyi dimulai dari tabel Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts):
- Cek takaran saji (serving size): Angka gizi yang tertera termasuk gramasi gula biasanya dihitung per satu takaran saji, bukan untuk satu kemasan utuh. Jika satu botol minuman berisi 2,5 takaran saji dan mencantumkan gula 12 gram per sajian, menghabiskannya sekaligus berarti Anda telah mengonsumsi total 30 gram gula.
- Perhatikan gula total dan gula tambahan (added sugars): Pilihlah produk dengan added sugar sekecil mungkin. Gula alami dari buah atau susu jauh lebih aman bagi metabolisme dibandingkan pemanis olahan yang ditambahkan.
Baca juga: Makan sebelum tidur bisa picu kenaikan gula darah
Selain angka pada tabel gizi, perhatikan pula daftar komposisi (ingredients) di bagian belakang kemasan. Sesuai regulasi, bahan baku ditulis berdasarkan urutan porsi terbanyak. Jika istilah pemanis berada di tiga urutan teratas, produk tersebut dipastikan didominasi oleh gula.
Kerap kali produsen menyamarkan gula menggunakan nama-nama ilmiah atau alternatif yang terdengar lebih "sehat". Waspadai nama samaran gula berikut:
- Kelompok "Osa": Sucrose, fructose, dextrose, glucose, maltose.
- Kelompok sirup & sirup jagung: High fructose corn syrup (HFCS), corn syrup, rice syrup, malt syrup.
- Pemanis alami olahan: Gula aren, gula kelapa, madu, nektar agave, dan konsentrat sari buah. Meski terasa alami, tubuh tetap memprosesnya sebagai gula tambahan.
Saus sambal, saus tomat, bumbu instan, roti gandum, hingga minuman yoghurt berasa sering kali menyimpan belasan gram gula tambahan. Dengan meluangkan waktu beberapa detik untuk membaca label kemasan, Anda dapat mengendalikan asupan gula harian dengan bijak demi kesehatan jangka panjang, demikian mengutip Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) serta Kemkes.
Baca juga: 9 gejala gula darah tinggi yang sering tidak disadari
Baca juga: Sering haus dan buang air kecil jadi tanda awal diabetes? Ini faktanya
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Munifa Husna Haryanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira