Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta seluruh rumah sakit di Jakarta memperkuat penemuan kasus, penanganan, dan kesinambungan pengobatan tuberkulosis (TBC).

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung target eliminasi TBC pada 2030 melalui kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

“Saya memberikan dukungan sepenuhnya agar pada 2030 eliminasi TBC di Jakarta benar-benar bisa terwujud. Upaya ini tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Saya berharap kebijakannya tetap berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” kata Pramono di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Pramono mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam meningkatkan penemuan serta penanganan kasus TBC.

Namun, ia menegaskan upaya tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan agar target eliminasi tidak berhenti sebagai komitmen.

Menurutnya, tingginya mobilitas penduduk Jakarta dan kawasan metropolitan sekitarnya membutuhkan sistem penanganan TBC yang terintegrasi. Oleh karena itu, koordinasi antara rumah sakit pemerintah, swasta, TNI-Polri, puskesmas, dan masyarakat harus terus diperkuat.

Jakarta kini memiliki 197 rumah sakit, termasuk 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta 44 puskesmas kecamatan dan 292 puskesmas pembantu.

Pramono meminta jaringan fasilitas kesehatan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan jangkauan pemeriksaan dan pelayanan TBC. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus memperoleh akses tanpa dibatasi kepemilikan KTP Jakarta.

Ia menilai, penanganan penyakit menular memerlukan kerja sama lintas wilayah agar upaya pengendalian dapat berjalan efektif.

Selain melalui fasilitas kesehatan, Pramono mendorong keterlibatan kader PKK, Dasawisma, dan unsur masyarakat di tingkat lingkungan untuk memperluas edukasi serta membantu menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

Peran Pasukan Putih yang saat ini berjumlah 584 personel juga dinilai dapat mendukung upaya kesehatan berbasis komunitas sesuai tugas dan kewenangannya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus juga menegaskan, percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jaringan rumah sakit.

Menurutnya, peningkatan penemuan kasus harus diikuti penanganan yang tepat serta evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas program.

Pertemuan dengan para direktur rumah sakit menjadi kesempatan mengidentifikasi kendala dan menyusun langkah perbaikan menuju 2027.

“Perkembangan dari angka-angka yang dilaporkan Dinas Kesehatan DKI menunjukkan peningkatan, baik dalam penemuan kasus maupun sosialisasi kepada masyarakat. Kami mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit untuk mencari hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan menyusunnya agar program pada 2027 lebih baik,” ujar Benjamin.

Baca juga: Pramono masih tunggu PMK soal finalisasi DBH

Baca juga: DKI siapkan lahan baru untuk penuhi kebutuhan makam

Baca juga: Pemprov DKI salurkan bantuan Pemutihan Ijazah Tahap II ke 2.810 warga

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lifia Mawaddah Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira