Paris (ANTARA) - Grup perbankan Prancis, Credit Mutuel Arkea, pada Rabu (4/11) mengonfirmasi adanya transaksi penipuan akibat serangan siber, namun meyakinkan nasabah bahwa insiden tersebut telah dihentikan dan dana mereka tetap aman.
Menurut pernyataan perusahaan, grup tersebut untuk sementara menangguhkan transaksi-transaksi tertentu sebagai langkah pencegahan setelah mendeteksi adanya pembobolan sistem.
Bank tersebut mengatakan bahwa operasional secara bertahap kembali berjalan pada Rabu pagi, setelah pemeriksaan menyeluruh dan penerapan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat.
Bank itu menegaskan bahwa serangan tersebut tidak berdampak pada aset nasabah, tetapi hanya menyebabkan keterlambatan pelaksanaan sejumlah transaksi transfer.
"Meskipun total nilai dana yang terdampak serangan tersebut masih dalam proses penilaian, jumlahnya sama sekali tidak cukup besar untuk mengganggu kekuatan keuangan maupun kesehatan keuangan Grup secara keseluruhan," ungkap bank tersebut.
Saluran televisi Prancis BFM TV melaporkan bahwa serangan siber tersebut kemungkinan melibatkan pencucian mata uang kripto senilai 133 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.640).
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira