Jakarta (ANTARA) - Grok Imagine merilis episode pertama dari seri "Odyssey" yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) pada 24 September 2026, sekitar tiga bulan setelah Elon Musk menyatakan Grok akan merilis versi film "The Odyssey" yang "akurat secara historis."
Menurut siaran TechCrunch pada Minggu (25/10), Musk sebelumnya mengkritik film "The Odyssey" karya Christopher Nolan karena Nolan melibatkan aktor non-kulit putih dan transgender dalam penggarapan film.
Film "The Odyssey" karya Nolan, yang proses pembuatannya mencakup pengambilan gambar di enam negara serta melibatkan ribuan pemeran dan kru, sukses besar di box office setelah dirilis pada Juli 2026.
Seri "Odyssey" versi Grok Imagine dibuat berkolaborasi dengan Wonder Studios dan sutradara Dev Walker.
Episode pertama seri "Odyssey" berdurasi sekitar tujuh menit yang diunggah di platform X sudah ditonton sekitar 6,1 juta kali.
Jumlah komentar pada unggahan itu sekitar 2,2 ribu. Tidak sedikit komentator yang mengkritik episode tersebut dan menganggapnya tidak menarik.
Baca juga: Elon Musk sebut Grok akan buat film AI "The Odyssey"
TechCrunch menilai klip "Odyssey" versi Grok tidak seburuk yang dibayangkan, jauh lebih mengesankan dibandingkan dengan video-video lain yang belakangan diunggah oleh Musk.
Orang yang tidak mengetahui cara pembuatannya bisa mengira tayangan itu dibuat dengan melibatkan aktor sungguhan di tempat-tempat yang nyata.
Pembaca narasi maupun tokoh-tokoh dalam klip yang ditayangkan menggunakan bahasa Inggris, tidak ada yang berbicara menggunakan bahasa Yunani kuno.
Selain itu, semua karakternya memiliki warna kulit yang disetujui oleh Musk.
Namun, cuplikan seri "Odyssey" versi Grok dinilai kurang memiliki sentuhan artistik, inspirasi, atau daya tarik manusiawi.
Meskipun beberapa pengambilan gambar mungkin mampu meniru realitas dengan cukup meyakinkan, klip itu secara keseluruhan terasa hambar dan mati.
Klip itu dinilai tidak menawarkan momentum apapun kepada penonton, sehingga penonton tidak punya alasan untuk peduli pada siapapun atau apapun yang muncul di layar.
Baca juga: Nolan butuh rehat tiga tahun usai garap "The Odyssey"
Baca juga: Ben Affleck bahas pendekatan AI dalam pembuatan film
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira