Jakarta (ANTARA) - GREAT Institute memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 berada pada kisaran 5,2–5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), didukung oleh sejumlah indikator positif sepanjang Juli–September 2026.
Peneliti GREAT Institute Adhamaski Pangeran dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada perkembangan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan aktivitas produksi dan permintaan domestik tetap berlangsung.
Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur menunjukkan penguatan. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Bank Indonesia yang mencapai 52,28 dan PMI S&P Global sebesar 52,4. Kedua indikator tersebut menggambarkan aktivitas manufaktur yang berada pada zona ekspansi.
Selain manufaktur, realisasi investasi juga menunjukkan perkembangan positif. Investasi tercatat tumbuh 7,6 persen menjadi Rp528,7 triliun. Perkembangan tersebut diikuti pertumbuhan kredit investasi sebesar 23,20 persen dan kredit modal kerja sebesar 11,89 persen.
Baca juga: Pemerintah memetakan sumber baru pertumbuhan ekonomi dari industri
Menurut Adhamaski, perkembangan investasi dan penyaluran kredit tersebut menjadi bagian dari indikator yang mendukung aktivitas ekonomi nasional, terutama melalui pembiayaan kegiatan usaha dan pengembangan kapasitas produksi.
Dari sisi mobilitas masyarakat, aktivitas perjalanan juga mengalami peningkatan. Perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 9,28 persen, sementara kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 4,63 persen. Perkembangan ini turut memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi pada sektor pariwisata dan jasa.
Berdasarkan perkembangan berbagai indikator tersebut, GREAT Institute menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika perekonomian global.
Baca juga: Ekonom Prasasti proyeksi ekonomi RI di TW-III tumbuh di atas 5 persen
Adhamaski pun mempertahankan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini.
“Berbagai indikator tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien. Dengan perkembangan ini, GREAT Institute mempertahankan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 akan mencapai 5,3–5,6 persen,” kata Adhamaski.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira