Jakarta (ANTARA) - General Motors (GM) mematenkan teknologi yang memungkinkan mobil mengubah sudut kemiringan roda (camber), ketinggian suspensi, dan respons kemudi secara otomatis untuk mencegah hilangnya traksi saat melintasi berbagai kondisi jalan.
Laman Carscoops, Kamis (5/11) melaporkan, sistem ini memantau kondisi jalan di depan kendaraan, memprediksi kapan mobil berpotensi bergerak ke arah yang tidak diinginkan, kemudian secara otomatis menyesuaikan suspensi dan kemudi secara real-time untuk membantu pengemudi mempertahankan kendali.
Paten itu menjelaskan teknologi yang dirancang untuk mengatasi kondisi yang disebut GM sebagai "traction steer". Kondisi ini terjadi ketika perbedaan daya cengkeram antara ban kiri dan kanan menyebabkan kendaraan tertarik atau berbelok secara tidak terduga, terutama saat akselerasi atau pengereman.
GM menilai situasi tersebut dapat diprediksi sebelum terjadi. Untuk meminimalkan dampaknya, sistem ini memanfaatkan pengaturan ketinggian suspensi, perubahan sudut camber secara aktif, serta teknologi steer-by-wire.
Baca juga: Penjualan mobil listrik GM anjlok sepanjang 2026
Namun, memastikan respons kendaraan tetap terasa alami bagi pengemudi menjadi salah satu tantangan tersendiri.
Ilustrasi gambar pada paten itu memperlihatkan sebuah sedan yang dilengkapi jaringan sensor dan sistem komunikasi. Dalam penerapannya, kendaraan menggunakan kamera menghadap ke depan untuk mengidentifikasi bentuk permukaan jalan.
Informasi tersebut kemudian dibandingkan dengan data pemetaan digital untuk memperkirakan bagaimana kondisi permukaan jalan dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan.
Prediksi tersebut selanjutnya diverifikasi menggunakan inertial measurement unit dan sensor gaya pada rak kemudi. Sistem akan terus menganalisis seluruh data secara real-time untuk memprediksi apakah kondisi jalan di depan berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan.
Baca juga: Usai Trump kritik Ford, GM fokus kembangkan baterai di AS
Jika sistem mendeteksi kemungkinan hilangnya stabilitas, kendaraan akan mulai melakukan penyesuaian sebelum kondisi traction steer terjadi.
Alih-alih hanya mengandalkan input kemudi dan pengereman, GM ingin mengubah distribusi bobot kendaraan secara aktif dengan memanfaatkan ban yang memiliki daya cengkeram paling besar.
Sebagai contoh, paten tersebut menjelaskan bahwa menaikkan sisi kiri kendaraan dapat memindahkan beban tambahan ke ban sebelah kanan. Menaikkan suspensi depan juga dapat mengalihkan beban ke poros roda belakang.
Bergantung pada kondisi jalan, sistem dapat melakukan penyesuaian secara individual pada setiap sudut kendaraan untuk menyeimbangkan daya cengkeram yang tersedia.
Baca juga: Chevrolet akan menghentikan penjualan mobil baru di pasar China
Perubahan camber dan kemudi
Teknologi steer-by-wire sebenarnya telah dikembangkan selama beberapa dekade. Namun, teknologi tersebut baru digunakan pada kendaraan produksi untuk jalan raya di Amerika Serikat melalui Tesla Cybertruck.
Teknologi ini memungkinkan rasio kemudi berubah sesuai kondisi berkendara. Dengan demikian, putaran setir 30 derajat ke kanan pada kecepatan 80 mph (sekitar 128 km/jam) akan menghasilkan sudut putaran roda yang berbeda dibandingkan ketika kendaraan melaju pada kecepatan 15 mph (sekitar 24 km/jam).
Fitur tersebut memungkinkan GM melakukan penyesuaian kecil pada kemudi roda depan maupun belakang untuk mengimbangi gaya yang berpotensi membuat kendaraan keluar dari jalurnya.
Baca juga: GM tarik kembali 6 ribu lebih kendaraan akibat masalah airbag
Sementara itu, sistem camber menjadi salah satu bagian paling inovatif dari paten tersebut. Camber merupakan sudut kemiringan roda ketika dilihat dari depan atau belakang kendaraan.
Produsen mobil umumnya menetapkan sudut camber tertentu saat proses penyelarasan roda (wheel alignment) karena dapat meningkatkan daya cengkeram ketika kendaraan menikung.
Jika sudut camber dapat diubah secara langsung saat kendaraan berjalan, mobil dapat memanfaatkannya untuk memperoleh daya cengkeram maksimal, baik ketika menikung maupun melaju lurus.
Saat ini, belum ada mobil produksi yang dipasarkan dengan kemampuan tersebut.
Teknologi ini berpotensi meningkatkan daya cengkeram mobil performa saat menikung maupun melaju lurus. Sementara itu, kendaraan penumpang juga berpotensi memiliki usia pakai ban lebih panjang karena keausan ban akibat kebutuhan pengaturan camber dapat dikurangi.
Meski demikian, GM belum menyebutkan model kendaraan tertentu maupun rencana produksi untuk teknologi tersebut.
Paten ini bisa saja tidak pernah diterapkan pada kendaraan produksi, atau justru menjadi pengembangan berikutnya dalam teknologi kontrol traksi.
Baca juga: GM tambah 50 robot di pabrik usai PHK 1.000 lebih pekerja
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Source: ANTARA · Pamela Sakina
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira