Istanbul (ANTARA) - Sedikitnya 16 orang tewas dan 54 lainnya terluka setelah gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang Kabupaten Baqen, Kota Nagqu, di wilayah otonomi Xizang yang lebih dikenal dengan Tibet, China, Kamis malam, lapor kantor berita Xinhua.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan pencarian dan penyelamatan menyeluruh terhadap warga yang hilang dan penanganan medis segera bagi korban luka.

Menurut Kementerian Manajemen Darurat, pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat.

Pemerintah juga mengirim tim kerja ke wilayah terdampak untuk mengarahkan dan membantu upaya penyelamatan serta penanganan bencana.

Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional China mengerahkan 350 personel dan 83 kendaraan ke lokasi terdampak.

Hingga pukul 06.30 waktu setempat (05.30 WIB), sebanyak 120 personel dan 27 kendaraan telah tiba di lokasi. Sementara itu, personel dan kendaraan lainnya masih dalam perjalanan.

Otoritas China juga mengerahkan berbagai bantuan, termasuk 1.000 unit rumah prefabrikasi, 3.239 tenda, 2.821 tempat tidur lipat, dan 4.280 selimut, menurut Xinhua.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 183 kilometer dari Kota Nagqu.

USGS mengeluarkan peringatan kuning terkait potensi korban akibat guncangan. Lembaga itu juga mengeluarkan peringatan oranye terkait kerugian ekonomi dan memperingatkan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang meluas.

"Kerugian ekonomi diperkirakan kurang dari satu persen PDB China. Peristiwa sebelumnya dengan tingkat peringatan ini memerlukan respons tingkat regional atau nasional," kata USGS.

USGS juga mencatat penduduk di wilayah tersebut umumnya tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Gempa magnitudo 7,0 guncang Tibet, China

Baca juga: China sebut upaya pertolongan untuk korban gempa Tibet berjalan lancar

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Yoanita Hastryka Djohan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira