Tokyo (ANTARA) - Gempa bumi dengan perkiraan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Jepang bagian tengah pada Minggu dini hari, menyebabkan lebih dari 20 orang mengalami luka-luka di Prefektur Aichi dan Shizuoka menurut otoritas setempat.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi pada pukul 01.04 waktu setempat, dengan pusat guncangan berada di bagian barat Prefektur Shizuoka pada kedalaman sekitar 40 kilometer. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan terkait bencana tersebut.

Berdasarkan skala intensitas seismik Jepang, gempa tercatat mencapai skala 5 level atas di wilayah Chita, Prefektur Aichi. Sementara itu, getaran pada skala 5 level bawah dirasakan di sebagian wilayah di Prefektur Aichi, Nagano, dan Gifu.

Intensitas getaran gempa skala 5 level atas umumnya akan membuat sebagian besar orang kesulitan berjalan tanpa berpegangan, dan perabot rumah yang tidak dipaku dapat terjatuh. Sedangkan pada skala 5 level bawah, benda-benda ringan seperti piring dan buku dapat berjatuhan dari rak.

Terkait keamanan fasilitas vital, Chubu Electric Power Co. selaku operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Hamaoka di Shizuoka mengonfirmasi tidak ada gangguan yang terdeteksi pascagempa.

Pembangkit listrik tersebut berada di dekat daerah yang diperkirakan berpotensi menjadi pusat gempa dahsyat (megaquake) Palung Nankai.

Namun, JMA menyatakan kemungkinan adanya keterkaitan antara gempa yang terjadi dengan potensi megaquake Palung Nankai dinilai “rendah”.

Peristiwa tersebut juga berdampak terhadap sektor transportasi.

Operator transportasi setempat menghentikan sementara beberapa layanan kereta lokal. Selain itu, jadwal perjalanan kereta cepat Tokaido Shinkansen antara Stasiun Shizuoka dan Stasiun Gifu-Hashima sempat mengalami keterlambatan demi pemeriksaan keselamatan jalur.

Pemerintah Pusat Jepang telah mendirikan kantor penghubung guna merespons langkah-langkah penanganan pascagempa.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Perkuat mitigasi gempa dahsyat, Jepang bentuk badan penanganan bencana

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Uyu Septiyati Liman

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira