Jakarta (ANTARA) - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memperkuat jaringan ekonomi kreatif di kawasan Tiongkok dengan membentuk empat Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) di Tiongkok yakni Chapter Guangzhou, Beijing, Shenzhen dan Shanghai.

“Pembentukan empat chapter di Tiongkok sebagai salah satu langkah untuk membuka peluang bisnis dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” kata Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian di Jakarta, Senin

Menurut dia, melalui penguatan empat chapter di Tiongkok, Gekrafs berharap jaringan pelaku ekonomi kreatif Indonesia semakin luas dan mampu menghadirkan peluang kerja sama yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional.

Ia mencontohkan industri kreatif Tiongkok berkembang melalui drama vertikal, drama China atau dracin yang kini populer di berbagai negara Asia, dan itu menunjukkan besarnya potensi ekonomi dari industri berbasis kreativitas dan budaya.

“Indonesia juga memiliki kekayaan cerita, budaya, dan talenta yang tidak kalah besar," kata dia.

Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan peran strategis dalam menghubungkan pelaku kreatif Indonesia dengan berbagai peluang di Tiongkok.

Mulai dari promosi produk, pengembangan jejaring bisnis, hingga kerja sama industri kreatif. Dukungan terhadap penguatan hubungan ekonomi kreatif Indonesia dan Tiongkok juga menjadi perhatian perwakilan diplomatik Indonesia.

Ia menjelaskan pemilihan Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai sebagai basis pengembangan jaringan memiliki pertimbangan strategis.

Keempat kota tersebut mempunyai karakteristik ekonomi yang berbeda dan menawarkan peluang kolaborasi di berbagai sektor.

Mulai dari Guangzhou dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan manufaktur. Kemudian Beijing sebagai pusat pemerintahan dan kebijakan.

Sementara Shenzhen sebagai pusat teknologi dan inovasi dan Shanghai merupakan salah satu pusat bisnis dan keuangan internasional.

Menurut dia, keberadaan empat chapter tersebut diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing kota.

"Mulai dari pengembangan produk kreatif, perdagangan, teknologi, industri digital, hingga kerja sama investasi dan promosi budaya Indonesia,” katanya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menilai diplomasi ekonomi memiliki peran penting dalam membuka akses kerja sama dan memperluas peluang bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Tiongkok.

Menurut dia, hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki potensi kerja sama yang sangat luas dan ekonomi kreatif dapat menjadi sektor yang memperkuat hubungan kedua negara.

“Terutama melalui pertukaran budaya, promosi produk unggulan, investasi, dan kemitraan antarpelaku usaha," kata dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai penguatan jaringan internasional seperti yang dilakukan Gekrafs menjadi bagian penting dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia naik kelas dan memiliki daya saing global.

Ia mengatakan ekonomi kreatif Indonesia tidak boleh berhenti hanya di pasar domestik dan harus berani membuka akses, membangun kolaborasi, dan menciptakan peluang di pasar internasional.

“Kehadiran jaringan Gekrafs di Tiongkok dapat menjadi salah satu penghubung strategis agar talenta, karya, dan produk kreatif Indonesia mendapatkan kesempatan lebih luas untuk berkembang," kata dia.

Sebelumnya pelantikan DPLN Tiongkok digelar di KBRI Beijing, Jumat (30/10), dan Aditya Pradewo resmi dilantik sebagai Ketua Gekrafs DPLN Tiongkok.

Selain prosesi pelantikan, kegiatan itu juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, serta peluncuran Maskot DPLN Gekrafs Tiongkok sebagai bagian dari penguatan identitas dan representasi organisasi di tingkat internasional.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira