Keberlanjutan pertumbuhan Garuda Indonesia memerlukan fondasi bisnis penerbangan yang semakin kuat, sekaligus kontribusi yang lebih besar dari seluruh ekosistem usaha Grup
Jakarta (ANTARA) - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 13,2 persen secara tahunan menjadi 2,71 miliar dolar AS pada sembilan bulan pertama 2026, yang mencerminkan perkembangan positif agenda transformasi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro menyampaikan, perkembangan kinerja hingga September 2026 memberikan indikasi positif terhadap arah transformasi perseroan, khususnya dalam memperkuat produktivitas dan mengoptimalkan potensi bisnis di seluruh Grup.
“Keberlanjutan pertumbuhan Garuda Indonesia memerlukan fondasi bisnis penerbangan yang semakin kuat, sekaligus kontribusi yang lebih besar dari seluruh ekosistem usaha Grup,” ujar Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Kinerja positif itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan penerbangan berjadwal, meningkatnya kontribusi bisnis nonpenerbangan, serta pemulihan kapasitas dan keandalan operasional.
Dari sisi komposisi pendapatan, bisnis penerbangan berjadwal menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 12,6 persen atau setara 233,2 juta dolar AS. Sementara itu, pendapatan penerbangan nonberjadwal meningkat 2,1 persen atau sebesar 6,3 juta dolar AS.
Di luar bisnis penerbangan, pendapatan dari lini usaha nonpenerbangan tumbuh 31,3 persen menjadi 322,8 juta dolar AS, meningkat 77 juta dolar AS secara tahunan yang menunjukkan potensi diversifikasi bisnis Grup dalam memperluas sumber pendapatan.
Menurut dia, pertumbuhan pendapatan tersebut dicapai di tengah tekanan biaya industri penerbangan, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar seiring volatilitas pasar energi global dan dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Meski demikian, pertumbuhan beban operasional di luar bahan bakar dapat dijaga pada kisaran 3,1 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,2 persen.
Dalam periode yang sama, Garuda Indonesia Group mencatatkan laba usaha sebesar 97,2 juta dolar AS. Sementara itu, rugi periode berjalan konsolidasi menyusut 3,0 persen secara tahunan menjadi 179,3 juta dolar AS.
Thomas menyampaikan, optimalisasi seluruh entitas usaha menjadi bagian dari strategi transformasi yang dijalankan dengan dukungan berkelanjutan Danantara sebagai pemegang saham, khususnya untuk memperkuat produktivitas dan efektivitas pemanfaatan aset.
“Dengan dukungan Danantara, kami terus berfokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi nilai ekonomi dari aset dan kapabilitas yang dimiliki, serta penguatan sinergi antarentitas usaha. Langkah ini diarahkan untuk memastikan setiap lini bisnis dapat memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap pertumbuhan dan ketahanan kinerja Grup,” katanya.
Baca juga: Merger maskapai BUMN tunggu pembenahan Garuda
Baca juga: BP BUMN-Danantara dorong transformasi bisnis Garuda Indonesia
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ahmad Muzdaffar Fauzan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira