Jakarta (ANTARA) - Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez mengaku puas setelah finis kedua pada balapan sprint MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, menyusul persaingan ketat dengan pembalap Red Bull KTM Pedro Acosta yang keluar sebagai pemenang.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu, Marquez harus menghadapi kondisi lintasan yang menantang akibat hujan sehingga dituntut cepat beradaptasi dan menentukan strategi.

Pembalap asal Spanyol itu mengatakan kondisi lintasan membuat para pembalap harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.

"Ini adalah sesi yang sangat kompleks, sangat mudah untuk melakukan kesalahan dalam kondisi ini. Kami tahu situasinya sangat memungkinkan terjadinya kesalahan, sehingga kami menyusun strategi untuk tidak mengejar kemenangan, tetapi fokus finis di belakang pemenang," ujar Marquez sebagaimana dikutip dari laman Ducati Lenovo.

Marquez menilai keputusan untuk tidak mengambil risiko berlebihan menjadi faktor penting dalam keberhasilannya mengamankan posisi kedua.

"Kami mencapai target tersebut dan saya sangat senang. Tidak mudah menghadapi situasi seperti ini. Kondisi lintasan sulit dan tidak mudah mengetahui batas kecepatan yang aman," katanya.

Hasil tersebut memberikan tambahan sembilan poin bagi Marquez sekaligus memperkuat posisinya di puncak klasemen sementara MotoGP.

Marquez kini mengoleksi 374 poin atau unggul 19 poin atas Jorge Martin yang menempati posisi kedua dengan 355 poin.

Martin mengundurkan diri dari Grand Prix Malaysia setelah dinyatakan tidak bugar untuk mengikuti balapan akibat cedera tangan.

Marquez selanjutnya akan menghadapi balapan utama MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang pada Minggu (1/11) dengan modal hasil positif dari balapan sprint.

Baca juga: Alex Marquez rebut pole position MotoGP Malaysia 2026

Baca juga: Marquez kuasai Practice MotoGP Malaysia meski sempat terjatuh

Baca juga: Marquez melesat di FP1 MotoGP Malaysia, Martin tertahan di posisi 20

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fajar Satriyo

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira