Jakarta (ANTARA) - Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 secara khusus mengundang Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN ke-49 pada 15-17 November, serta menunggu konfirmasi kehadiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu Ina Krisnamurthi dalam acara temu media di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa setiap negara yang memegang keketuaan ASEAN memiliki kewenangan untuk mengundang kepala negara atau pemerintahan maupun pimpinan organisasi internasional sebagai Guest of the Chair.

“Guest of the Chair tahun ini adalah Perdana Menteri Kanada dan Managing Director IMF untuk sesi plenonya, sementara untuk sesi East Asia Summit adalah Presiden Brasil (Lula da SIlva) dan Perdana Menteri Inggris (Andy Burnham),” kata Ina.

Meski demikian, Kemlu RI mengaku belum menerima konfirmasi resmi dari Filipina mengenai kehadiran para pemimpin yang diundang tersebut.

Filipina telah memastikan kehadiran China, Australia, dan Korea Selatan, sedangkan kehadiran Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi masih dalam tahap menunggu konfirmasi.

“Yang kami dengar dari Filipina yang diindikasikan confirmed hadir adalah China, Australia dan Republik Korea, Sekjen PBB. Yang masih menunggu konfirmasi adalah Presiden AS, Perdana Menteri India, Perdana Menteri Jepang,” ucapnya.

Sedangkan mengenai kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Ina menjelaskan bahwa kementerian sedang menunggu konfirmasi dari pihak Istana Negara sembari terus menyiapkan skenario kehadiran presiden.

“Untuk Presiden Republik Indonesia tentunya kami menunggu konfirmasi dari istana dan saat ini yang kami lakukan adalah tentunya dari Kemlu, dari Pejambon adalah mempersiapkan yang terbaik untuk apabila confirmed beliau hadir,” kata Ina.

Secara keseluruhan, para pemimpin dijadwalkan mengikuti 19 kegiatan dalam rangkaian KTT, termasuk KTT ASEAN yang terdiri atas sesi pleno dan retret, serta pertemuan dengan perwakilan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), dan pemuda ASEAN pada 15 November.

Pada 16 November, para pemimpin ASEAN dijadwalkan menggelar pertemuan dengan mitra, yakni China, Australia, Korea Selatan, dan PBB.

Selanjutnya, pada 17 November, agenda para pemimpin mencakup KTT Asia Timur, KTT ASEAN Plus Three, pertemuan keempat Asia Zero Emission Community (AZEC), serta KTT ASEAN dengan Jepang dan India. Pada tanggal yang sama, juga dijadwalkan KTT khusus ASEAN-Amerika Serikat.

Sementara itu, para menteri luar negeri ASEAN akan mengikuti sejumlah pertemuan, termasuk ASEAN Ministerial Meeting (AMM), ASEAN Political-Security Community Council, dan ASEAN Coordinating Council.

Salah satu agenda penting pada tingkat menteri luar negeri adalah penandatanganan aksesi terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) oleh tiga negara, termasuk Slovakia dan Slovenia.

Selain agenda pertemuan tingkat tinggi, rangkaian KTT ASEAN ke-49 juga akan menghasilkan 154 dokumen keluaran yang mencakup tiga pilar kerja sama ASEAN, yakni politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Baca juga: Indonesia bawa isu ratifikasi pusat koordinasi kabut asap di KTT ASEAN

Baca juga: Dubes AS harap ASEAN teken DEFA pada KTT ASEAN November

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira