Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dewa United Banten Basketball Club kembali menggulirkan kompetisi bola basket antar klub Kelompok Umur (KU) U-21 bertajuk Elite Pro Championship (EPC) musim ketiga tahun 2026 menjadi wadah pembinaan untuk menjaring talenta muda menuju jenjang profesional.
Penyelenggaraan EPC yang dilangsungkan di Dewa United Arena, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (1/11), mencakup skala yang lebih besar, dengan format lebih eksklusif, dan komitmen kuat terhadap pembinaan pemain muda Indonesia.
Wakil Sekretaris Umum DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Banten Andri S. Permana mengapresiasi ajang EPC yang diinisiasi oleh klub Dewa United Banten ini. Pasalnya, terbukti efektif melahirkan atlet-atlet yang kini berlaga di kancah Indonesian Basketball League (IBL).
"Hari ini kita menghadiri Elite Pro Championship yang diadakan oleh Klub Basket Dewa United Banten. Ini sudah tahun ketiga EPC diselenggarakan untuk mempertandingkan potensi dan bakat-bakat basket terbaik se-Indonesia sebagai persiapan akhir menuju level profesional di IBL," ujarnya.
Andri menyebutkan, penyelenggaraan EPC 2026 diikuti oleh 10 klub dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk klub-klub legendaris dengan sejarah panjang seperti CLS Surabaya dan Bhinneka Solo.
Ia juga menyoroti pemerataan pembinaan basket nasional yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, melainkan turut menghadirkan keterwakilan klub dari luar pulau, seperti Kalimantan.
"Yang paling penting, basket tidak hanya didominasi oleh Pulau Jawa, tetapi ada keterwakilan juga dari Kalimantan. Ini yang menurut saya harus diapresiasi, dan mudah-mudahan ke depannya EPC ini bisa dilakukan berseri di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Baca juga: Ekosistem bola basket harus maksimalkan semua stakeholder
Menurut dia, format dan kualitas kompetisi tahun ini, penyelenggaraan EPC jauh lebih kompetitif karena setiap klub menampilkan skuad terbaik hasil rekrutmen dan persiapan yang matang. Sejumlah klub peserta IBL bahkan turut mengirimkan perwakilan dalam ajang tersebut.
"Perbedaannya, masing-masing klub menampilkan pemain-pemain terbaiknya dengan persiapan yang matang. Pada seri final nanti, kita juga akan mempertandingkan format best of three, sehingga secara kualitas jauh lebih baik dan kuantitas lebih banyak," kata dia.
Sementara itu, pebasket klub Spartans asal Banjarbaru, Kalimantan, Alexander Ralphael, menyatakan antusiasmenya bisa ambil bagian dalam turnamen berskala besar tersebut.
Ia mengatakan keikutsertaan Spartans di EPC 2026 menjadi momentum penting untuk membuktikan kapasitas tim daerah dalam bersaing dengan klub-klub asal Pulau Jawa.
"EPC ini sudah berjalan beberapa tahun dan selalu berkonotasi sebagai turnamen kelas atas. Bagi kami tim dari luar Pulau Jawa, dari Banjarbaru, ini merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa tim-tim daerah mampu bersaing dengan tim Pulau Jawa," paparnya.
Dia juga menegaskan, bahwa timnya saat ini tengah optimistis dan bersiap menjalani tantangan di kompetisi EPC tersebut, sebab ia bersama rekan satu timnya sudah mempersiapkan strategi yang matang selama satu setengah bulan terakhir.
"Kami sangat optimistis karena percaya dengan persiapan yang sudah dilakukan selama sebulan hingga satu setengah bulan terakhir. Berdasarkan persiapan itu dan mengandalkan kekuatan Tuhan, kami akan melakukan yang terbaik," kata dia.
Baca juga: Jawa dan Bali masih dominasi pertumbuhan atlet bola basket nasional
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Azmi Syamsul Ma'arif
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira