Jakarta (ANTARA) - Pengembangan ekonomi kreatif, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional, serta penguatan kolaborasi badan usaha milik daerah (BUMD) dinilai dapat menjadi strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Pemerhati Kebijakan Kota Jakarta Zulfikar Marikar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan langkah tersebut membuka peluang bagi Jakarta untuk memperluas pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di tingkat regional dan internasional.
Transformasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, membutuhkan strategi ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha dan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Pertumbuhan ini menjadi modal penting untuk menjaga peran Jakarta sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
"Dengan struktur ekonomi yang ditopang sektor perdagangan, keuangan, konstruksi, dan jasa, Jakarta memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan sumber pertumbuhan baru," kata Zulfikar.
Baca juga: JFW 2027 dorong Jakarta jadi pusat mode global
Dia menilai diversifikasi ekonomi melalui industri kreatif, pariwisata perkotaan, ekonomi digital, serta penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional dapat memperluas peluang usaha, memperkuat rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor pendukung.
Terlebih, lanjut dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 telah ditetapkan sekitar Rp81,32 triliun, lebih rendah dibandingkan APBD 2025 sebesar Rp91,86 triliun. Kondisi ini tentu membutuhkan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi yang melibatkan banyak pihak, baik dunia usaha, masyarakat maupun pemerintah.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi Jakarta, yaitu Jakarta International Marathon (JAKIM), yang dilaporkan menghasilkan dampak ekonomi lebih dari Rp255 miliar melalui pergerakan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan jasa pendukung lainnya.
Selain itu, penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Ye Live yang diperkirakan menghasilkan total perputaran ekonomi sekitar Rp625 miliar. JRF 2026 diperkirakan menyumbang Rp175 miliar melalui keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan merek lokal, sedangkan konser Ye Live diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp450 miliar.
"Penyelenggaraan kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan promosi kota dengan aktivitas ekonomi nyata," ujar Zulfikar.
Baca juga: WCCE sepakati Jakarta Vision bagi penguatan ekonomi kreatif global
Tak hanya itu, sambung dia, sektor ekonomi kreatif juga menjadi salah satu modal penting dalam transformasi ekonomi Jakarta. Dalam kegiatan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sektor ekonomi kreatif Jakarta menyumbang lebih dari Rp410 triliun, atau sekitar 11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta.
Kontribusi tersebut memperlihatkan besarnya potensi ekonomi kreatif, mulai dari musik, fesyen, kuliner hingga usaha berbasis digital dalam struktur perekonomian kota.
Zulfikar menilai pengembangan sektor itu perlu didukung melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, perlindungan hak kekayaan intelektual, penyediaan ruang berkarya, dan perluasan akses pasar.
Dukungan kebijakan fiskal juga dapat menjadi salah satu instrumen pengembangan industri, salah satunya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 591 Tahun 2026 yang menetapkan keringanan 50 persen atas Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk pemutaran film nasional mulai 1 Juli 2026.
Selain industri kreatif, kata Zulfikar, penguatan BUMD dan BUMN juga menjadi bagian dari strategi memperluas kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengumumkan 15 dokumen kerja sama strategis BUMN-BUMD dengan potensi nilai sekitar Rp5,87 triliun. Bidang kerja sama tersebut mencakup elektrifikasi armada Transjakarta, pengembangan fasilitas pejalan kaki di Dukuh Atas, serta sejumlah bentuk pembiayaan.
Baca juga: Pemprov DKI perkuat identitas budaya wujudkan Jakarta kota global
Rencana elektrifikasi 3.782 unit bus Transjakarta dan Mikrotrans disebut memiliki potensi nilai sekitar Rp5,07 triliun untuk periode tiga tahun. Sementara itu, pengembangan pedestrian deck Dukuh Atas disebut bernilai sekitar Rp220 miliar.
"Kerja sama tersebut memperlihatkan kecermatan Gubernur Pramono Anung dalam mengambil peluang untuk memperluas kapasitas pembiayaan pembangunan sekaligus mendorong modernisasi layanan perkotaan," ungkap Zulfikar.
Lebih lanjut, dia menuturkan kolaborasi BUMN-BUMD dapat menjadi pelengkap pembiayaan pemerintah dan memperluas keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan. Potensinya akan semakin besar apabila setiap proyek memiliki pembagian peran yang jelas, perencanaan yang matang, dan target manfaat yang terukur.
Namun, dia mengingatkan pentingnya tata kelola BUMD yang profesional, transparansi perkembangan proyek serta pengukuran realisasi investasi agar manfaat kerja sama dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat.
Zulfikar menegaskan keberhasilan Jakarta menuju kota global tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan besarnya nilai investasi, namun pencapaian pembangunan juga perlu dilihat dari penyerapan tenaga kerja, perkembangan UMKM, produktivitas pendapatan pelaku usaha lokal dan pengendalian inflasi.
Target menempatkan Jakarta dalam 50 kota global pada 2030, kata dia, perlu didukung dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, tata kelola, lingkungan usaha, dan pelayanan publik yang inklusif.
Melalui pengembangan ekonomi kreatif, kegiatan internasional, dan kolaborasi BUMD yang berkelanjutan, tambah dia, maka Jakarta memiliki peluang untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kontribusinya dalam jaringan ekonomi regional dan internasional.
Baca juga: Dukung Jakarta kota global, Jakpro perkuat peran City Master Developer
Baca juga: PBB: Jakarta berpeluang jadi model global kota berkelanjutan
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Syaiful Hakim
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira