Pertumbuhan tersebut melampaui ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,47 persen pada periode yang sama.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan tertinggi secara nasional pada triwulan III-2026, yakni sebesar 6,08 persen (year-on-year/yoy) dengan penopang utama dari sektor pertambangan.

Pertumbuhan tersebut melampaui ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,47 persen pada periode yang sama.

“Secara spasial, ekonomi tetap tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi pada triwulan III-2026 dibandingkan dengan triwulan III-2025,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud dalam konferensi pers Rilis BPS, di Jakarta, Kamis.

Secara rinci, sumber pertumbuhan wilayah Bali dan Nusa Tenggara berasal dari pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan. Provinsi Bali memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut, yakni sebesar 2,79 persen.

Selain Bali dan Nusa Tenggara, Jawa dan Sulawesi juga mencatatkan pertumbuhan di atas perekonomian nasional, masing-masing sebesar 5,84 persen (yoy) dan 5,68 persen (yoy).

Meski pertumbuhan ekonomi Jawa lebih rendah dari Bali dan Nusa Tenggara, kontribusinya tetap menjadi yang dominan sebesar 56,05 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jawa terutama bersumber dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan andil pertumbuhan terbesar di Jawa, yakni mencapai 1,63 persen.

Kontribusi terbesar berikutnya yaitu Sumatera dengan andil 22,55 persen. Sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi yang memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut, yakni sebesar 1,13 persen.

Adapun perekonomian Kalimantan terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Wilayah dengan andil pertumbuhan tertinggi yaitu Kalimantan Timur sebesar 1,78 persen.

Di Sulawesi, sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Andil terbesar berasal dari Sulawesi Selatan sebesar 2,54 persen.

Ketiga sektor tersebut juga menjadi sumber pertumbuhan utama di wilayah Maluku dan Papua. BPS mencatat Maluku Utara menjadi provinsi dengan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Maluku dan Papua, yakni mencapai 3,41 persen.

Baca juga: Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen, tetap jadi motor ekonomi RI

Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,87 persen pada triwulan III 2026

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Imamatul Silfia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira