Yerusalem (ANTARA) - Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot menegaskan tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu, bahkan jika diminta Presiden AS Donald Trump sekalipun, menurut KAN, Senin (2/11).

Menurut penyiar publik Israel itu, Eisenkot menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan tertutup baru-baru ini, berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Saya tidak akan duduk dalam pemerintahan yang dipimpin Netanyahu," kata Eisenkot, seperti dikutip KAN.

"Jika Trump mengundang saya, saya akan menghormati presiden dan hadir. Namun, saya akan menegaskan bahwa ini menyangkut urusan dalam negeri Israel dan saya akan mencegah segala bentuk campur tangan," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Netanyahu mengatakan terbuka untuk membahas pembentukan pemerintahan luas, tetapi menegaskan dirinya harus memimpin pemerintahan tersebut.

Netanyahu juga menolak koalisi yang bergantung pada dua partai Arab utama, Ra'am dan Joint List.

Dalam pemilu parlemen pekan lalu, blok Netanyahu meraih 53 kursi, sementara partai-partai oposisi yang dipimpin kelompok Yahudi memperoleh 48 kursi dan partai-partai Arab meraih 19 kursi.

Hasil tersebut membuat tidak ada satu pun kubu yang memiliki mayoritas dari 120 kursi Knesset.

Partai Together pimpinan Naftali Bennett, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, dan Partai Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman memutuskan merekomendasikan Eisenkot untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Rekomendasi yang diperkirakan datang dari dua daftar partai Arab dapat meningkatkan dukungan terhadap Eisenkot menjadi 67 anggota parlemen.

Namun, penolakan Lieberman untuk bergabung dengan pemerintahan yang melibatkan partai Arab atau bergantung pada dukungan mereka masih menjadi hambatan dalam pembentukan koalisi.

Para pemimpin oposisi dijadwalkan bertemu pada Selasa untuk menyelaraskan posisi sebelum Presiden Israel Isaac Herzog memulai konsultasi selama dua hari dengan faksi-faksi parlemen pada Rabu.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kelompok oposisi Israel berupaya menguasai Knesset usai pemilu buntu

Baca juga: Demokrat Israel peringatkan Netanyahu dapat serang Iran demi kekuasaan

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Yoanita Hastryka Djohan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira