Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalankan tiga program prioritas dalam mendorong kinerja perdagangan, yakni program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.
Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat pasar domestik, memperluas akses ekspor, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
"Kemendag terus menjalankan tiga program prioritas yang juga telah menghasilkan berbagai capaian positif," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Budi Santoso mengatakan bahwa pihaknya mencatat ekspor Indonesia mencapai 193,64 miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2026, di mana industri pengolahan menjadi penopang utama dengan kontribusi 82,40 persen atau senilai 159,55 miliar dolar AS dari total ekspor.
Dikatakannya, melalui program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag bersinergi dengan asosiasi ritel untuk meningkatkan penetrasi produk lokal melalui program belanja nasional. Pada Januari-Oktober 2026, nilai penetrasi produk dalam negeri mencapai Rp259,3 triliun, sementara 6.383 UMKM mendapat pendampingan dan fasilitasi kerja sama dengan ritel modern.
Kemendag juga mengampanyekan penggunaan produk lokal melalui Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL) serta memfasilitasi 4.100 barcode untuk membantu UMKM memasuki jaringan ritel modern.
Dalam menjaga stabilitas harga, Kemendag memantau harga barang kebutuhan pokok di 550 pasar yang tersebar di 514 kabupaten/kota melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data harian tersebut menjadi dasar kebijakan intervensi harga jika diperlukan.
Perlindungan UMKM dalam perdagangan daring diperkuat melalui Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), yang antara lain mengatur agar sistem rekomendasi platform PMSE mengutamakan eksposur produk UMKM.
Selain itu, penyelidikan Bea Masuk Antidumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP/safeguard) berhasil menyelamatkan potensi nilai industri sebesar 54,49 juta dolar AS selama Oktober 2024-Oktober 2026.
Melalui program Perluasan Pasar Ekspor, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 mencatat potensi transaksi 22,94 miliar dolar AS. Potensi transaksi UMKM juga naik menjadi 510,79 juta dolar AS dari 474,7 juta dolar AS pada tahun lalu.
Kemendag turut mengotomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) melalui e-SKA pada aplikasi INATRADE. Sistem tersebut telah diterapkan di 20 negara, termasuk Uni Emirat Arab.
Deregulasi ekspor-impor juga dilakukan melalui penerbitan tujuh Permendag di bidang ekspor dan tiga di bidang impor, termasuk untuk mendukung peningkatan daya saing melalui hilirisasi.
Sementara itu, upaya mengatasi hambatan perdagangan di negara tujuan ekspor berhasil menyelamatkan akses pasar ekspor Indonesia senilai 64,1 juta dolar AS pada Januari-September 2026 dan 437 juta dolar AS sepanjang 2025.
Sementara Program Dari Lokal untuk Global terdiri atas empat klaster. Pertama, UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, yang memfasilitasi 797 penjajakan bisnis dengan potensi transaksi 361,55 juta dolar AS pada Januari-September 2026. Pada 2025, sebanyak 662 penjajakan bisnis menghasilkan potensi transaksi 134,87 juta dolar AS.
Kedua, Desa BISA Ekspor, yang telah membina 787 desa menjadi desa eksportir. Hingga September 2026, Kemendag juga memetakan 121 sentra industri kecil dan menengah (IKM) untuk mendorong ekspor produk lokal.
Ketiga, klaster kemitraan UMKM, yang memfasilitasi 1.203 UMKM menembus jaringan ritel modern, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), pada Januari-Oktober 2026.
Keempat, Campuspreneur, yang telah menjalin 27 kemitraan dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan usaha civitas academica dan mahasiswa. Pelaku usaha kampus yang berpartisipasi dalam TEI ke-41 mencatat potensi transaksi 24,57 juta dolar AS.
"Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kinerja perdagangan domestik, mendorong ekspor, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dan mendorong naiknya daya saing produk-produk lokal agar dapat bersaing secara global," ujar Budi.
Baca juga: Mendag: Manufaktur jadi motor utama kinerja ekspor RI
Baca juga: Mendag optimistis RI terus catatkan surplus neraca perdagangan
Baca juga: Mendag minta dunia usaha sampaikan masukan untuk perbaikan ekspor
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Maria Cicilia Galuh Prayudhia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira