Meski sudah ada aplikasi untuk angkutan publik di Surabaya (Gobis), informasi seputar jadwal kedatangan bus dan jalur harus ditampilkan di setiap halte

Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Laila Mufidah meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya agar memperbaiki fasilitas halte bus di kota setempat yang saat ini masih jauh dari nyaman dan belum memenuhi standar fasilitas layak bagi pengguna angkutan umum.

"Hanya beberapa halte yang dinilai sudah cukup representatif, di antaranya halte di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Jalan Darmo, Kaliasin, serta sejumlah titik lainnya di tengah kota. Sementara itu, masih banyak titik pemberhentian angkutan umum yang kondisinya sekadar berupa bus stop tanpa dilengkapi fasilitas memadai," katanya di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan, keberadaan halte memiliki peran penting dalam memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi calon penumpang, terutama saat menunggu kedatangan bus.

Baca juga: Gerindra sudah pecat tiga anggota DPRD di Jatim imbas kasus narkoba

Sebagai sarana pendukung ekosistem transportasi publik, halte harus mampu memberikan perlindungan dari panas matahari maupun hujan. Selain itu, fasilitas tempat duduk juga perlu disediakan agar penumpang dapat menunggu dengan nyaman.

Tidak sekadar fasilitas untuk menunggu bisa datang. Halte perlu dilengkapi papan informasi yang memuat jadwal kedatangan bus, rute perjalanan, serta informasi armada yang beroperasi.

"Meski sudah ada aplikasi untuk angkutan publik di Surabaya (Gobis), informasi seputar jadwal kedatangan bus dan jalur harus ditampilkan di setiap halte," kata Laila.

Menurutnya, halte ini juga menjadi penting seiring meningkatnya layanan transportasi publik di Surabaya menyusul kehadiran Suroboyo Bus dan angkutan pengumpan Wira Wiri menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menyediakan alternatif transportasi bagi masyarakat.

Baca juga: DPRD Surabaya dorong percepatan perbaikan sekolah negeri

Namun, menurut Laila, peningkatan jumlah armada harus diikuti pembenahan infrastruktur pendukung. Tidak cukup hanya menambah bus, minibus, dan Hiace, pemerintah kota juga perlu memastikan ketersediaan halte yang layak serta kondisi jalan yang baik.

"Sebab, kualitas layanan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan, tetapi juga kenyamanan penumpang sejak berangkat, saat menunggu, hingga mencapai tujuan," katanya.

Laila berharap pemerintah kota memberikan perhatian lebih terhadap persoalan tersebut karena halte bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, melainkan bagian penting dari sistem pelayanan transportasi publik.

"Dengan demikian, upaya mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik harus dibarengi dengan pelayanan yang benar-benar memberikan kenyamanan," katanya.

Baca juga: DPRD Surabaya dukung pemerataan bantuan Bopda ponpes

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Indra Setiawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira