Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari meminta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang menggelar Kongres Nasional Ke-16 dan juga Forum Ilmiah Tahunan Ke-12 dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk memperkuat upaya promotif, preventif, dan pelayanan kesehatan primer.
Dia menilai kongres organisasi profesi itu perlu menjadi ruang konsolidasi pemikiran ataupun juga pertukaran pengetahuan, penguatan profesionalisme, dan perumusan gagasan untuk menjawab tantangan kondisi kesehatan Indonesia saat ini.
"Kami berharap forum ini bisa menghasilkan pemikiran yang tidak hanya berhenti di diskusi secara akademik saja, tapi juga bisa diterjemahkan sebagai sebuah kebijakan ya, dan juga tindakan yang nyata yang tentu dirasakan manfaatnya untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata Sari dalam sambutannya pada Kongres Nasional Ke-16 IAKMI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dasar fondasi pembangunan bangsa, dan menjadi hak dasar setiap warga negara Indonesia. Di dalam Undang-Undang Dasar 1945, setiap orang berhak memperoleh layanan kesehatan dan negara bertanggung jawab menyediakan fasilitas pelayanan yang layak.
"Pembangunan kesehatan ini harus bisa memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia di mana pun mereka tinggal, apa pun kondisi sosialnya, ekonominya, itu harus memiliki kesempatan yang adil untuk bisa hidup sehat," kata dia.
Baca juga: Putih Sari: Penurunan stunting masih jadi prioritas pemerintah
Baca juga: Rekomendasi IAKMI untuk menjaga kesehatan selama fenomena El Nino
Sampai saat ini, menurut dia, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari beban penyakit menular atau penyakit tidak menular, masalah gizi, stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga ketimpangan dan keterbatasan terhadap akses pelayanan.
Dia menilai tantangan-tantangan itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperluas layanan pengobatan saja, tetapi juga harus memperkuat sistem yang mampu mencegah masyarakat jatuh sakit.
"Bagaimana mendeteksi risiko-risiko itu lebih dini ya, dan memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tersedia secara merata," kata dia.
Untuk itu, dia berharap forum IAKMI tersebut berlangsung dengan lancar, menghasilkan gagasan yang konstruktif, memperkuat persatuan dan profesionalisme, serta melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan kesehatan nasional.
"Mari kita perkuat kolaborasi, kita pastikan bahwa transformasi kesehatan tidak hanya menjadi agenda kebijakan, tapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," katanya.
Baca juga: TCSC IAKMI minta Kemenkes tegas terapkan standarisasi kemasan rokok
Baca juga: IAKMI: Upaya kolaboratif pencegahan perlu diperkuat tangani kathutla
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bagus Ahmad Rizaldi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira