Mataram (ANTARA) - Pemerataan akses perkembangan teknologi pendidikan tidak boleh hanya dinikmati peserta didik di wilayah perkotaan, akan tetapi harus menjangkau seluruh daerah di Indonesia, kata Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani.
"Jangan sampai kemajuan teknologi justru memperlebar kesenjangan pendidikan. Kita harus memastikan seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses dan manfaat dari transformasi digital," katanya dalam keterangan diterima di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Ia mengatakan hal itu terkait dengan penerimaan penghargaan Tokoh Nasional Penguatan Literasi Digital dalam Bidang Pendidikan dari Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (Apsipol) kepada dirinya dalam acara Temu Nasional Apsipol 2026 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jatim, Selasa (3/11).
Dalam orasi ilmiah bertajuk "Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional, Pembelajaran Digital, dan Perlindungan Anak" tersebut, ia menegaskan penguatan pendidikan nasional, transformasi digital, dan perlindungan anak merupakan tiga aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Perkembangan teknologi, ujarnya, harus diimbangi dengan pemerataan akses pendidikan digital, penguatan literasi digital, serta peningkatan kapasitas guru dalam menguasai teknologi, termasuk koding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca juga: Komisi pendidikan DPR minta kekerasan di sekolah dicegah bersama
Ia mengingatkan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan tidak justru memperlebar kesenjangan antar-daerah, terutama bagi peserta didik di wilayah terpencil dan kepulauan.
"Pendidikan nasional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguatan sistem pendidikan, transformasi digital, dan perlindungan anak harus berjalan beriringan. Ketiganya merupakan pilar penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing," kata Anggota DPR berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 2 Pulau Lombok ini.
Selain pemerataan akses, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Penguasaan literasi digital, koding, dan kecerdasan buatan perlu diperkuat agar dunia pendidikan mampu menjawab tantangan masa depan.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi juga harus diiringi dengan perlindungan data, keamanan ruang digital, serta penghormatan terhadap hak dan martabat anak.
Ia berharap, pembangunan pendidikan nasional tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan.
Baca juga: Mendikdasmen: Teknologi-digitalisasi perluas akses pendidikan bermutu
Baca juga: Wamendiktisaintek: Pendidikan di perguruan tinggi harus lebih adaptif
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nur Imansyah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira