Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat, memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik bagi warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api.

"Ini kan hasilnya sangat bagus, ya, mereka puas, happy, dan tentu saja ini berkat dari pada kepedulian Bapak Presiden kita, Bapak Presiden Prabowo," kata Dony saat mengunjungi Huntara Senen, Jakarta Pusat, Selasa.

Dia mengatakan pembangunan hunian tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah bersama dengan sejumlah perusahaan BUMN, termasuk PT KAI dan perusahaan konstruksi Karya.

Menurut Dony, keberadaan BUMN harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama warga yang membutuhkan tempat tinggal layak.

Dia menyebutkan kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan kondisi hunian setelah ditempati warga selama sekitar empat bulan.

Baca juga: DPRD DKI tawarkan Sekolah Rakyat bagi anak di Huntara Senen

Didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, Dony melihat kawasan tersebut telah ditata dengan baik dan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, di antaranya masjid, ruang keluarga, serta ruang berkumpul bagi penghuni.

"Kita ingin menyediakan perumahan yang baik tentunya untuk saudara-saudara kita, dan termasuk juga fasilitas yang disediakan," ujar Dony.

Dia menuturkan lingkungan yang sehat itu penting bagi anak-anak, sehingga dapat tumbuh dan bersosialisasi dengan baik.

Oleh sebab itu, pihaknya tengah mempertimbangkan penambahan sarana publik, termasuk fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer untuk aktivitas anak-anak.

Di sisi lain, Dony meminta tim dari perusahaan Karya agar memeriksa saluran drainase dan sistem pembuangan air di kawasan tersebut.

Dua anak warga bantaran rel Senen bermain ayunan di taman Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Pemerintah menggratiskan sewa Huntara Senen bagi warga bantaran rel Senen selama enam bulan pertama termasuk biaya air dan listrik. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym.


Baca juga: Warga Huntara Senen usulkan fasilitas olahraga dan fogging

Pemeriksaan itu menyusul masukan warga yang mengatakan air dapat masuk ke lingkungan hunian ketika hujan turun.

"Nanti, tentu akan ada tim dari Karya yang melakukan pengecekan di sini. Saya sudah minta tim Karya untuk melakukan identifikasi di sini, pembuangan airnya seperti apa," tutur Dony.

Huntara Senen memiliki kapasitas 250 unit, dengan 69 unit di antaranya telah terisi.

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan pemerintah dan BUMN tengah mendata warga yang masih tinggal di bantaran rel di sejumlah lokasi untuk kemungkinan direlokasi ke hunian tersebut.

Dia pun berharap penataan kawasan dan penyediaan fasilitas dapat terus ditingkatkan sehingga Huntara Senen menjadi contoh lingkungan permukiman sehat bagi masyarakat.

"Mereka bisa bersosialisasi dengan sehat di lingkungan yang sehat. Harapannya, tentu mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan kuat. Itu masa depan bangsa kita," pungkas Dony.

Baca juga: DPRD DKI dan KNPS dorong anak Huntara Senen tak putus sekolah

Baca juga: Menteri PKP: Pembangunan huntara Senen agar rakyat dapat hunian layak

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Adimas Raditya Fahky P

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira