Moskow (ANTARA) - Para dokter di Inggris akan melakukan aksi mogok kerja selama 48 jam pada akhir November sebagai bentuk protes terhadap rendahnya upah, menurut British Medical Association (BMA), Senin.

"Karena frustrasi dengan kurangnya kemajuan dalam sengketa kami dengan pemerintah, komite konsultan telah mengumumkan aksi mogok pada 25 dan 26 November bagi para dokter konsultan di Inggris," kata pernyataan tersebut.

Konsultan adalah dokter spesialis senior di rumah sakit yang bertanggung jawab untuk mendiagnosis pasien dan menentukan perawatan bagi mereka.

Aksi mogok itu akan dimulai pada pukul 06.59 GMT (13.59 WIB) pada 25 November dan berlangsung hingga pukul 06.59 GMT (13.59 WIB) pada 27 November. Hanya layanan perawatan darurat yang akan diberikan kepada pasien.

Para dokter menyebut usulan kenaikan gaji sebesar 2,4 persen dari pemerintah sebagai sesuatu yang menghina, karena untuk ketiga kalinya secara berturut-turut kenaikan tersebut tidak mengimbangi laju inflasi, sementara beban kerja dan intensitas tugas terus meningkat.

"Hampir seperempat dokter mengambil cuti karena stres dalam 12 bulan terakhir; 30 persen merasa tidak mampu menangani beban kerja mereka, dan kelelahan ekstrem (burnout) menjadi penyebab utama banyak rekan sejawat meninggalkan profesi ini," ungkap pernyataan tersebut.

Pada paruh pertama 2026, serangkaian aksi mogok oleh para dokter rumah sakit terjadi di Inggris. Pada Juni, pemerintah telah menaikkan upah mereka sebesar 3,5 persen.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira