Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menutup Program Digitalisasi Pasar Inklusif yang telah berjalan selama lebih dari setahun dan telah memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening.

"Alhamdulillah, program ini telah memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening, mendukung akses pembiayaan bagi 99 debitur, serta menghadirkan 139 agen Laku Pandai dan 1.283 merchant QRIS," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Rano mengatakan program yang merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Perumda Pasar Jaya tersebut telah menjangkau 93 pasar di Jakarta dan memperluas akses keuangan formal bagi ribuan pedagang pasar rakyat di ibu kota.

Menurut Rano, capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha terhadap layanan keuangan formal.

Kendati demikian, kata dia, tantangan ke depan adalah memastikan layanan tersebut benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh para pedagang.

Dia mengingatkan pendampingan dan pemberdayaan pedagang harus terus dilanjutkan, disertai evaluasi yang terukur.

"Kita perlu memastikan hal-hal yang sudah berjalan baik dapat dipertahankan, kendala yang masih dihadapi dapat diselesaikan, dan manfaat program dapat diperluas ke lebih banyak pasar," kata dia.

Adapun Program Digitalisasi Pasar Inklusif menjadi upaya menghadirkan ekosistem pasar yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi.

Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya strategis mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

Selain itu, digitalisasi pasar menjadi salah satu kunci dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di lingkungan pasar tradisional.

Untuk itu, Bank Indonesia DKI Jakarta memperluas keterlibatan peserta dengan menggandeng lebih banyak penyedia jasa pembayaran (PJP) dari sektor perbankan maupun nonbank.

Baca juga: BI dan Pemprov DKI perkuat ekosistem digital di 20 pasar

Baca juga: DKI lakukan pemerataan digitalisasi dan renovasi pasar tradisional

Baca juga: DKI percepat transformasi digital sektor perdagangan tradisional

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira