Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta dapat turun dari 5,79 persen ke angka 3,5 persen.
“Sekarang ini, tingkat pengangguran terbukanya sudah turun di angka 5,79 persen, tapi saya berharap segera bisa turun di angka 3,5 persen karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” ujar Pramono saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di UKM Gallery, Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis.
Dia pun meminta agar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta dapat melakukan sosialisasi pelatihan bahasa bagi para pencari kerja karena Jakarta kini telah bekerja sama dengan beberapa negara dan kota-kota dunia untuk menyalurkan tenaga kerja, di antaranya Singapura, Jepang, Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan lain sebagainya.
Untuk itu, kata dia, pelatihan bahasa sangat diperlukan agar para calon pekerja dapat menguasai bahasa asing sebelum dikirim bekerja di luar negeri.
“Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri. Yang bahasanya belum bagus, bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, ada yang namanya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa,” tutur Pramono.
Baca juga: Cara Jakarta menekan pengangguran dari akar rumput
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah pengangguran pada Mei 2026 sebanyak 324 ribu orang, berkurang sekitar 10 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan penurunan jumlah pengangguran itu diikuti dengan meningkatnya jumlah pekerja penuh.
"Ini menunjukkan angkatan kerja selama periode Februari hingga Mei sebagian besar terserap ke dalam pekerjaan penuh atau menjadi pekerja penuh," ungkap Kadarmanto pada Rabu (21/10).
Dia menyebutkan jumlah pekerja penuh di Jakarta pada Mei 2026 mencapai 4,36 juta orang, naik sekitar 139 ribu orang, sementara jumlah pekerja paruh waktu juga bertambah, yakni dari sekitar 16 ribu orang, menjadi 682 ribu orang.
Namun di sisi lain, jumlah setengah pengangguran menurun sekitar 91 ribu orang menjadi 225 ribu orang.
Kadarmanto menjelaskan pekerja penuh bekerja minimal selama 35 jam seminggu, sedangkan pekerja paruh waktu bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan.
Sementara, setengah pengangguran, yakni mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan.
Baca juga: Jumlah pengangguran di Jakarta turun 10 ribu orang pada Mei 2026
Baca juga: Pramono sebut program pelatihan kerja tekan angka pengangguran di DKI
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Lifia Mawaddah Putri
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira