Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Program ini menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dukungan dunia usaha, mulai dari penyediaan sarana pengelolaan sampah hingga edukasi untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari di Jakarta, Kamis, menegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Ketersediaan sarana perlu diikuti perubahan perilaku masyarakat agar pemilahan dan pengolahan sampah dapat berjalan secara konsisten.

“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dengan memilahnya sejak dari rumah. Sampah yang masih dapat diolah perlu dipisahkan agar bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir di TPST Bantargebang,” kata dia dalam keterangan resminya.

Adapun salah satu pelaksanaan KSBB Lingkungan klaster Persampahan berlangsung di RW 06, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Melalui program ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mempertemukan kebutuhan warga dengan dukungan kolaborator berupa peralatan pengangkutan, sarana pengomposan, serta edukasi pemilahan sampah.

Baca juga: DLH DKI ajak perusahaan perkuat pemilahan sampah dari sumber

Menurut Purwanti, KSBB Lingkungan membuka ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Kolaborasi tidak hanya berupa bantuan sarana, tetapi juga pendampingan dan edukasi agar masyarakat mampu menerapkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Di RW 06 Srengseng Sawah, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) turut berpartisipasi dengan memberikan dua gerobak motor listrik, tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, serta satu mesin pengayak kompos berkapasitas 100–150 kilogram per jam.

Dukungan tersebut juga mencakup 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, dan lima tempat sampah berkapasitas 120 liter.

Selain penyediaan peralatan, BRI Finance memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada anak-anak dan remaja untuk menanamkan kebiasaan mengelola sampah sejak dini.

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui KSBB Lingkungan, perusahaan berharap dukungan yang diberikan dapat membantu petugas kebersihan sekaligus mendorong partisipasi aktif warga.

“Kami berharap sarana dan prasarana yang diberikan dapat mempermudah sekaligus mempercepat pekerjaan petugas kebersihan di lapangan, serta mendorong warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah,” katanya.

Baca juga: RW 06 Srengseng Sawah siapkan penghargaan dan sanksi terkait pilah sampah

Baca juga: DLH DKI: Keterbatasan personel jadi kendala edukasi pemilahan sampah

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira