Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan penataan kabel udara melalui pembangunan saluran utilitas bawah tanah atau ducting untuk mengurangi kabel semrawut di sejumlah wilayah.

"Dinas Bina Marga DKI sedang melakukan pembangunan ducting untuk menurunkan kabel udara ke saluran utilitas bawah," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Syafrin mengatakan pembangunan saluran tersebut dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memindahkan kabel udara ke bawah tanah.

Menurut dia, penataan kabel udara menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Keberadaan kabel yang tidak tertata perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan lingkungan.

Syafrin menyebut pembangunan ducting menjadi salah satu langkah untuk menata jaringan utilitas agar lebih teratur sekaligus mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kabel listrik.

"Harapannya dengan seluruh penataan ini, potensi-potensi kebakaran akibat ketidakteraturan kabel udara, khususnya kabel listrik, bisa kita lakukan penanganan segera," kata dia.

Ia menambahkan penataan kabel udara menjadi perhatian di sejumlah kawasan Jakarta Selatan yang masih memiliki jaringan kabel yang terlihat semrawut.

Pemindahan kabel ke saluran bawah tanah diharapkan dapat mendukung penataan kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan keamanan bagi masyarakat.

Adapun Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan kabel udara jaringan utilitas yang semrawut di lima titik dari total 20 titik yang direncanakan hingga akhir tahun 2026 guna memperindah tata kota di Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di beberapa titik ibu kota.

Pembangunan SJUT dilakukan di MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman dan Jatinegara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan SJUT tersebut dapat rampung dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: Pemprov DKI tata kabel udara secara bertahap jelang lima abad Jakarta

Baca juga: DKI gelontorkan Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT

Baca juga: Jaksel rapikan kabel udara di Jalan Lauser untuk keselamatan pejalan

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Luthfia Miranda Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira