Ambon (ANTARA) -
Dinas Pariwisata Provinsi Maluku mendorong pemanfaatan kekayaan sejarah, tradisi bahari, dan budaya lokal sebagai sumber inspirasi pengembangan industri kreatif, melalui permainan papan atau board game.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Melkias M. Lohy, di Ambon, Selasa, mengatakan Maluku yang dikenal sebagai provinsi rempah-rempah dan memiliki sejarah panjang interaksi dengan berbagai bangsa di dunia dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi materi permainan papan yang mengangkat sejarah dan kebudayaan daerah.
“Pemanfaatan unsur budaya tersebut dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas Maluku kepada masyarakat melalui media kreatif yang lebih interaktif, sekaligus membuka peluang pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” kata Melkias.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pengembangan Komunitas Board Game dalam Rangka Membangun Ekosistem Industri Board Game di Maluku yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Aula Fransiskus Xaverius, Kota Ambon.
Melkias mengapresiasi upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Maluku.
Menurut dia, kekayaan sejarah dan budaya daerah dapat menjadi sumber gagasan untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki keunikan dan identitas lokal.
Menurut Melkias, permainan papan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk industri kreatif yang memadukan unsur pendidikan, budaya, teknologi, dan peluang usaha.
Melalui pendekatan tersebut, sejarah dan budaya Maluku dapat dikemas menjadi permainan edukatif yang menarik sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Baca juga: Dispar Maluku sertifikasi standar bagi 38 pelaku ekraf musik
Baca juga: Galeri Ekraf percantik destinasi wisata Gong Perdamaian di Ambon
Melkias juga mengusulkan agar pengembangan permainan papan dapat diarahkan untuk memperkenalkan perjalanan sejarah dan potensi daerah melalui konsep jelajah Maluku. Dengan demikian, permainan tersebut berpeluang menjadi bagian dari promosi pariwisata yang mengangkat kekayaan alam, bahari, dan budaya setempat.
Menurut dia, potensi yang besar tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak disertai kemampuan untuk mengemasnya menjadi produk yang menarik dan memiliki daya saing.
Ia menilai, inovasi dan pengembangan talenta lokal menjadi tantangan penting bagi Maluku agar mampu melahirkan karya kreatif yang dapat bersaing dengan daerah lain. Karena itu, pengembangan industri kreatif perlu didukung pembinaan dan pelatihan berkelanjutan, termasuk bagi generasi muda.
Melkias berharap kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memberikan dorongan baru bagi anak-anak muda Maluku untuk mengembangkan kemampuan kreatif dan menghasilkan karya berdasarkan potensi daerahnya.
Program tersebut juga menjadi ruang pengenalan permainan papan kepada generasi muda sekaligus mendorong tumbuhnya minat, kreativitas, dan kolaborasi dalam pengembangan industri kreatif di daerah.
“Melalui pengembangan karya yang bersumber dari sejarah dan budaya lokal, potensi Maluku diharapkan dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Menekraf: Board Game bisa jadi salah satu bentuk diplomasi budaya
Baca juga: Wamenekraf: Ekonomi kreatif harus jadi pemersatu tanpa perbedaan
Baca juga: Wamenekraf ajak pelaku ekraf daerah bidik pasar lebih luas
Pewarta: Winda Herman
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Winda Herman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira