Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berupaya melakukan penanganan cepat bangunan sekolah yang rusak akibat berbagai faktor di sejumlah wilayah dengan menggalang dana dari berbagai sumber termasuk bantuan dari pemerintah pusat.

Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin ,di Cianjur, Senin, mengatakan hingga saat ini lebih dari 7.000 ruang kelas yang kondisinya rusak akibat dimakan usia, sehingga berbagai upaya terus dilakukan setiap tahun guna perbaikan.

Pemetaan sekolah rusak di seluruh wilayah Cianjur sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir terutama bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang mencapai ribuan unit.

"Berdasarkan data, kerusakan ruang kelas SD mendominasi sehingga berbagai upaya dilakukan termasuk menargetkan kerusakan ruang kelas di ribuan sekolah dapat tuntas pada 2028, sehingga tidak ada lagi ruang kelas atau sekolah yang rusak pada 2029," katanya.

Selama ini, ungkap dia, selain mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAU) pihaknya juga mengajukan bantuan ke Pemprov Jabar melalui dana bantuan provinsi (banprov) serta mengoptimalkan dukungan dari program pemerintah pusat.

Baca juga: Nyaris ambruk, Pemkab Cianjur perbaiki ruang kelas SDN Bojongherang

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng sejumlah perusahaan swasta di Cianjur untuk membantu pembangunan sekolah rusak dan kekurangan sarana prasarana penunjang terutama meja dan kursi.

"Setiap tahun diupayakan sekitar 100 sampai 200 ruang kelas rusak diperbaiki, bahkan target tahun depan dapat meningkat sekitar 500 ruang kelas rusak dapat diperbaiki dari berbagai sumber," katanya.

Sementara sejak tiga tahun terakhir 16 siswa kelas 5 dan 6 SDN Karyamukti di Kecamatan Campaka, terpaksa belajar di dalam tenda karena ruang kelas mereka rata dengan tanah akibat bencana alam.

Bahkan puluhan siswa lainnya menjalani proses belajar mengajar dalam kondisi terancam karena ruang kelas yang mereka tempati sudah tidak layak karena mengalami kerusakan di berbagai bagian termasuk atap.

Kepala SDN Karyamukti Ninu Parwati, mengatakan sekolah yang sudah berdiri sejak 1965 itu, memiliki enam ruangan, yakni lima ruangan digunakan untuk kelas, sedangkan satu ruangan lainnya digunakan untuk ruang guru atau kantor.

Baca juga: Disdikpora: 2.500 ruang kelas SD di Cianjur rusak berat

"Kami berharap pembangunan segera dilakukan karena kasihan anak didik yang terpaksa belajar di bawah tenda sejak tiga tahun terakhir, ketika ada ruangan kondisinya sudah tidak layak dan rawan ambruk," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ahmad Fikri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira