Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP karena kualitas udara masih berada dalam kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Palangka Raya Jayani, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara pada 22-25 Oktober 2026 yang belum memungkinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Kami kembali memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada 26 sampai 28 Oktober 2026 untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih berada dalam kategori berbahaya,” katanya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah sementara untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik dari paparan kabut asap. Disdik terus memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai dasar evaluasi sebelum memutuskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka kembali dibuka.

“Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, pembelajaran jarak jauh menjadi langkah yang perlu dilakukan sementara waktu sampai kondisi kualitas udara memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka,” ujarnya.

Baca juga: Belajar jarak jauh di Palangka Raya diberlakukan dampak kabut asap

Jayani mengimbau orang tua untuk mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran mandiri di rumah agar proses pendidikan tetap berjalan optimal selama kebijakan PJJ diberlakukan.

Perpanjangan tersebut merupakan kelanjutan kebijakan belajar dari rumah yang telah diterapkan sejak 29 Agustus 2026. PJJ kemudian diperpanjang pada 1–3 September, 4–6 September, 7–9 September, 11–12 September, 14–16 September, 17–19 September, 21–23 September, 24–26 September, serta 28–30 September 2026.

Memasuki Oktober, perpanjangan PJJ kembali dilakukan pada 1–3 Oktober, 5–7 Oktober, 8–10 Oktober, 12–14 Oktober, 15–17 Oktober, 19–21 Oktober, 22–24 Oktober, hingga 26–28 Oktober 2026.

Sementara itu, Dika, orang tua murid SD di kota setempat menyambut baik kebijakan perpanjangan pembelajaran jarak jauh tersebut. Ibu dua anak ini menilai kebijakan PJJ membantu melindungi anak dari paparan asap yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama pernapasan.

Meskipun demikian, PJJ masih menghadapi kendala, seperti jaringan internet dan keterbatasan perangkat. Namun, orang tua menilai kendala tersebut masih dapat diatasi dibandingkan risiko anak terpapar kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.

PJJ juga membuat anak tidak leluasa bermain dan berinteraksi bersama teman-temannya. Kondisi itu dapat memicu kejenuhan karena anak lebih banyak beraktivitas di rumah.

Baca juga: Kalteng mulai berlakukan PJJ guna cegah dampak buruk asap bagi siswa

"Saya berharap karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali normal. Anak-anak pun diharapkan bisa kembali belajar di sekolah, bermain, dan berinteraksi dengan teman dalam kondisi yang aman dan nyaman," katanya.

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rendhik Andika

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira