Makassar (ANTARA) - Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja menekankan keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) bisa dilihat jika mampu memberikan dampak berkelanjutan.
"Keberhasilan program terlihat ketika masyarakat semakin mampu mengelola potensi lokal dan melanjutkan inisiatif yang telah dibangun bersama," ujar Beny Bandanadjaja saat membuka Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di GOR Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis.
"Inilah makna dampak yang perlu kita jaga, manfaat yang tumbuh setelah kegiatan kita selesai," sambungnya.
Ia mengatakan, pengabdian pada masyarakat merupakan proses pembelajaran luar. Mahasiswa membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat memiliki pengalaman, pengetahuan serta kearifan lokal yang menentukan ketepatan solusi.
" Bangunlah gagasan bersama masyarakat agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan dapat mereka kelola," ujarnya di hadapan perwakilan 60 kampus PTN dan PTS di nusantara
Lebih jauh dijelaskan, program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan atau PPK Ormawa ini merupakan sebuah ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan organisasi kepemimpinan dan tanggung jawab sosial melalui pemberdayaan masyarakat.
Artinya program Abdidaya menjadi ruang apresiasi atas upaya tersebut, sekaligus kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Gagasan yang berhasil di suatu wilayah dapat dipelajari disesuaikan dengan kebutuhan setempat dan dikembangkan di daerah lain.
"Karena itu masyarakat perlu dilibatkan sejak mengenali masalah, merencanakan kegiatan hingga melihat hasilnya," jelasnya.
Baca juga: Kemenag: Program PKM harus bermanfaat-berdampak pada masyarakat
Baca juga: PKM Unib bangun model pengelolaan sampah desa berbasis partisipatif
Baca juga: Mahasiswa UMM kembangkan sirup sehat untuk atasi surplus gula
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Abdul Kadir
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira