Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau memastikan fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan masyarakat masih sanggup menampung dan melayani para pasien kasus infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) di daerah terdampak kabut asap secara maksimal

Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan pihaknya terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas.

Baca juga: Anggota BPBD Inhil terserang ISPA usai padamkan Karhutla

"Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,โ€ katanya di Pekanbaru, Kamis.

Hingga saat ini, pihaknya mencatat ada 35.910 masyarakat Riau terpapar Ispa yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yaitu 10.020 kasus.

Disusul Kabupaten Kampar 4.830 kasus, Bengkalis (4.382), Kota Dumai (3.413), Siak (3.675), Pelalawan (2.227), Kuantan Singingi (1.355), Indragiri Hulu (1.810), Kepulauan Meranti (2.816), Rokan Hulu (987), Rokan Hilir (311), dan Indragiri Hilir (84).

Dinkes Riau, lanjutnya, juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Baca juga: Kasus ISPA di Riau 34.083 penderita, meningkat akibat karhutla

Baca juga: Asap karhutla pekat, puluhan siswa SDN 153 Pekanbaru terserang ISPA

"Tenaga kesehatan di faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti Ispa, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinkes Kabupaten/Kota," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih mengatakan untuk kasus Ispa tersebut hingga saat ini tidak ada yang sampai di rawat inap. Para pasien penderita Ispa tersebut hanya melakukan pengobatan di Puskesmas hingga rumah sakit tipe C.

โ€œUntuk kasus Ispa, masyarakat hanya berobat di Puskesmas dan rumah sakit tipe C, tidak sampai ke RSUD,โ€ katanya.

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright ยฉ ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA ยท Bayu Agustari Adha

At a glance

Topic
World
Country
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ID
Publisher language
ID
Added to Allnira