PBB (ANTARA) - Dewan Keamanan PBB menggelar jajak pendapat informal ketujuh untuk kandidat sekretaris jenderal (sekjen). "Jajak pendapat informal putaran ketujuh telah dilaksanakan," tutur Aglaia Balta, perwakilan tetap Yunani untuk PBB, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan Oktober.

Setiap kandidat akan diberi tahu mengenai hasil jajak pendapat melalui perwakilan tetap negara anggota yang mengajukan pencalonan mereka. Presiden Majelis Umum PBB juga akan diberi tahu bahwa jajak pendapat tersebut telah dilaksanakan, kata Balta kepada para wartawan usai pemungutan suara tertutup.

Jajak pendapat informal Dewan Keamanan PBB terhadap para kandidat sekjen merupakan pemungutan suara informal yang digelar secara tertutup untuk menentukan kelayakan para kandidat. Hasilnya tidak diumumkan secara resmi.

Melalui jajak pendapat tersebut, Dewan Keamanan PBB memilih seorang kandidat untuk direkomendasikan kepada Majelis Umum PBB agar ditetapkan sebagai sekjen PBB berikutnya.

Para anggota Dewan Keamanan PBB diyakini menerima satu surat suara untuk setiap kandidat, yang mencantumkan nama kandidat diikuti oleh tiga pilihan: "mendukung", "tidak mendukung", dan "tidak menyatakan pendapat".

Untuk memperoleh rekomendasi Dewan Keamanan PBB, seorang kandidat membutuhkan sedikitnya sembilan suara "mendukung" dan tidak boleh ada suara "tidak mendukung" satu pun dari kelima anggota tetap dewan tersebut.

Dalam jajak pendapat informal putaran keenam yang digelar pada 16 Oktober, surat suara diberi kode warna untuk membedakan suara anggota tetap dan anggota tidak tetap. Namun, dalam jajak pendapat informal ketujuh, para anggota dewan kembali menggunakan surat suara tanpa pembedaan warna setelah masuknya seorang kandidat baru ke dalam persaingan.

Lana Nusseibeh, seorang diplomat dari Uni Emirat Arab yang pernah menjabat sebagai perwakilan tetap negara tersebut untuk PBB, memasuki persaingan pada 21 Oktober. Macky Sall, mantan presiden Senegal, pada 17 Oktober mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan.

Selain Nusseibeh, enam kandidat lainnya turut mengikuti jajak pendapat informal ketujuh, yakni Ivonne A-Baki, mantan menteri sekaligus diplomat Ekuador; Maria Fernanda Espinosa, mantan presiden Majelis Umum PBB sekaligus mantan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ekuador; Rafael Grossi dari Argentina, yang saat ini menjabat sebagai direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA); Rebeca Grynspan, mantan wakil presiden Kosta Rika sekaligus sekjen petahana Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD); Olara Otunnu dari Uganda, mantan under-secretary-general PBB; serta Carolyn Rodrigues Birkett, perwakilan tetap Guyana untuk PBB.

Menurut hasil yang bocor, Grynspan memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara pada Jumat itu, dengan 11 suara "mendukung" dan empat suara "tidak mendukung". Dia disusul oleh Grossi, yang memperoleh sembilan suara "mendukung", empat suara "tidak mendukung", dan dua suara "tidak menyatakan pendapat".

Masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres akan berakhir pada akhir tahun ini. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira