Sangatta (ANTARA) - Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur diangkat melalui karya fesyen oleh desainer lokal Kutai Timur Yusi Nudya Rohman melalui label By.Yunra dalam Mahakarya Etam Festival (MEF) 2026 di Samarinda.
“Saya ingin mengajak masyarakat melihat bahwa fashion memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar menciptakan keindahan. Ada pesan yang bisa disampaikan melalui karya, dan ada kesadaran yang ingin kita bangun bersama,” ujarnya, saat dihubungi di Sangatta, Minggu.
Yusi menghadirkan koleksi busana bertajuk “Rampang” yang terinspirasi dari ranting-ranting kering di kawasan hutan. Koleksi tersebut ditampilkan dalam peragaan busana pada pembukaan MEF 2026 di Atrium BIG Mall Samarinda.
Melalui koleksi tersebut, dia menerjemahkan kondisi hutan yang mengering dan rentan terbakar ke dalam desain busana. Ranting kering menjadi simbol kerentanan lingkungan sekaligus pengingat terhadap ancaman kerusakan hutan akibat karhutla.
Dalam karyanya, Rampang mengusung dua pendekatan desain, yakni smart wear dan occasion wear. Kedua konsep tersebut menghadirkan interpretasi berbeda terhadap isu lingkungan dengan tetap mempertahankan karakter artistik dan elegan.
Dia mengatakan koleksi tersebut tidak sekadar mengedepankan keindahan visual, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan sosial dan lingkungan kepada masyarakat.
Menurutnya, persoalan karhutla membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kreativitas dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Alam sudah memberikan begitu banyak inspirasi dan kehidupan bagi kita. Saya percaya kreativitas anak muda dapat menjadi salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian tersebut,” katanya.
Karya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa isu lingkungan dapat disampaikan melalui pendekatan seni dan kreativitas.
Baca juga: Ketua Dekranasda: Pelibatan Desainer perluas pasar wastra lokal
Baca juga: Menekraf: Budaya Indonesia jadi modal desainer tembus pasar global
Baca juga: Menekraf: Fesyen berperan penting buka peluang ekonomi berbasis karya
Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Hafif Nikolas
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira