Jakarta (ANTARA) — Dokter umum yang ingin mendalami estetika medis membutuhkan pembelajaran terstruktur untuk memahami dasar ilmiah, asesmen pasien, hingga penerapan prosedur klinis. Menjawab kebutuhan tersebut, Dermaesthetics Academy menghadirkan program pendidikan intensif selama tiga bulan yang memadukan teori, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi klinis.

Direktur Dermaesthetics Academy dr. Stiven Eli mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu dokter memahami landasan ilmiah di balik prosedur estetika sebelum mengembangkan keterampilan praktik.

“Kalau dokter ingin mulai mendalami estetika, menurut kami, langkah pertama adalah memahami dasarnya terlebih dahulu. Dokter perlu mengetahui bagaimana kondisi biologis memengaruhi pemilihan tindakan, bagaimana menilai kebutuhan pasien, dan apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum menyusun rencana perawatan. Dari situ, keterampilan praktik dikembangkan secara lebih terarah,” ujar dr. Stiven.

Dermaesthetics Academy yang resmi dibuka pada 21 September 2026 di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD) menyusun kurikulum yang terdiri atas 41 modul. Materi pembelajaran mencakup teori dasar, prosedur klinis, aspek hukum, hingga nutrisi yang berkaitan dengan praktik estetika medis.

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mempelajari dasar-dasar teoretis dan biologis untuk membangun penalaran klinis. Pemahaman tersebut kemudian diterapkan dalam proses asesmen pasien, termasuk mengenali karakteristik wajah dan kebutuhan individual sebagai pertimbangan dalam menyusun rencana perawatan.

Setelah memperkuat pemahaman dasar, peserta mengikuti demonstrasi teknik tindakan, praktik langsung (hands-on learning), serta diskusi klinis. Rangkaian tersebut dirancang agar dokter tidak hanya mempelajari cara melakukan prosedur, tetapi juga memahami pertimbangan klinis yang mendasari pemilihan tindakan.

“Jadi, pembelajarannya tidak berhenti pada bagaimana suatu teknik dilakukan. Kami juga ingin dokter memahami mengapa tindakan tertentu dipertimbangkan, bagaimana kondisi pasien memengaruhi perencanaan, dan apa yang perlu diperhatikan ketika menerapkan teknik tersebut. Teori dan praktik berjalan beriringan sepanjang proses belajar,” kata dr. Stiven.

Melalui program intensif selama tiga bulan tersebut, peserta diarahkan untuk memperkuat pemahaman biologis, kemampuan analitis, dan pertimbangan klinis. Perpaduan teori, demonstrasi, praktik, dan diskusi menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan teknis.

Kebutuhan terhadap pengembangan kompetensi dokter di bidang estetika medis juga sejalan dengan pertumbuhan industri tersebut di Indonesia. Menurut Asian Insiders, pasar estetika medis Indonesia diperkirakan tumbuh setidaknya 10 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Perkembangan pasar tersebut membuka peluang bagi dokter untuk memperluas kompetensi profesionalnya. Namun, peningkatan keterampilan perlu disertai pemahaman ilmiah, kemampuan menilai kondisi pasien, serta penguasaan aspek keselamatan dan pertimbangan klinis dalam pelaksanaan prosedur.

Untuk mendukung proses pembelajaran, Dermaesthetics Academy mengintegrasikan empat elemen utama, yakni pengetahuan (knowledge), keahlian (expertise), teknologi (technology), dan pengalaman praktik (hands-on experience).

Menurut dr. Stiven, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu dokter membangun landasan keilmuan yang kuat sekaligus mengembangkan kemampuan klinis secara berkelanjutan.

“Harapan kami, setelah mengikuti proses pembelajaran, dokter memiliki landasan yang lebih kuat untuk memahami praktik estetika secara menyeluruh. Dengan memahami dasar ilmiahnya, dokter dapat terus mengembangkan kemampuan analitis dan keterampilan klinis seiring perkembangan ilmu serta teknologi estetika,” pungkasnya.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · PR Wire

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira