Ke depan kita sudah berpikir mau menggunakan PLTN. Nuklir itu sangat andal

Purbalingga (ANTARA) - Dewan Energi Nasional (DEN) membuka peluang pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu sumber pembangkit listrik untuk memperkuat keandalan pasokan energi nasional di tengah kebutuhan diversifikasi sumber energi.

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan Unggul Priyanto di Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) memiliki potensi menghasilkan listrik secara stabil dengan faktor kapasitas tinggi sehingga dapat menjadi salah satu pilihan dalam bauran energi Indonesia.

"Ke depan kita sudah berpikir mau menggunakan PLTN. Nuklir itu sangat andal," katanya setelah pembukaan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang digelar DEN bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Fakultas Teknik Unsoed, Blater, Kabupaten Purbalingga.

Ia mengatakan pembangkit nuklir memiliki kebutuhan pengisian ulang bahan bakar yang tidak sesering pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.

Menurut dia, pengisian ulang bahan bakar nuklir dapat dilakukan dalam rentang sekitar satu setengah hingga dua tahun, bergantung pada desain dan pengoperasian reaktor.

Baca juga: Anggota DEN dorong perubahan perilaku untuk efisiensi energi

Baca juga: Anggota DEN nilai etanol dapat kurangi ketergantungan impor bensin

“Kapasitas pembangkit nuklir dapat mencapai lebih dari 95 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan batu bara yang sekitar 80 persen, tenaga air sekitar 30 persen, dan tenaga surya sekitar 17 persen,” katanya.

Menurut dia, keandalan pasokan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Meskipun demikian, ia menegaskan tidak ada satu sumber energi yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan secara mandiri.

Oleh karena itu, nuklir perlu dipandang sebagai bagian dari bauran energi bersama sumber lain, termasuk energi surya, tenaga air, dan batu bara.

Ia mengatakan DEN memiliki peran dalam perencanaan dan pengawasan kebijakan energi nasional serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai arah pengembangan sumber energi.

“Pemahaman mengenai berbagai pilihan energi perlu diperluas melalui sosialisasi kepada masyarakat dan kalangan akademisi agar pembahasan kebijakan energi nasional dapat berlangsung berdasarkan informasi yang memadai,” kata Unggul.

Baca juga: DEN nilai RI miliki modal awal untuk kembangkan energi nuklir

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sumarwoto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira