Sydney (ANTARA) - Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) menyatakan bahwa 19.019 orang meninggal akibat demensia pada 2025, yang mencakup 10,1 persen dari seluruh kematian yang tercatat, naik dari 18.291 pada 2024.

Penyakit jantung iskemik tetap menjadi penyebab kematian nomor dua, yang merenggut 16.228 nyawa, atau 8,6 persen dari total angka kematian, dengan tingkat kematian turun ke level terendah sejak pencatatan resmi dimulai pada 1968.

Penyakit serebrovaskular, kanker paru-paru, dan penyakit saluran pernapasan bagian bawah kronis melengkapi lima penyebab utama kematian, yang secara keseluruhan mencakup 33,3 persen dari semua kasus kematian yang tercatat.

Sebanyak 188.421 kasus kematian tercatat di seluruh Australia pada 2025, meningkat 1.153 kasus dari tahun sebelumnya. Namun, angka kematian yang disesuaikan berdasarkan usia turun dari 507,8 menjadi 495,5 kematian per 100.000 orang, yang menunjukkan adanya pergerakan kembali menuju tren kematian seperti sebelum pandemi, demikian menurut ABS.

Selama satu dekade terakhir, angka kematian akibat demensia meningkat sebesar 37,3 persen, sementara angka kematian akibat penyakit jantung iskemik dan penyakit serebrovaskular masing-masing menurun sebesar 16,2 persen dan 12,1 persen.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kecelakaan akibat terjatuh secara tidak sengaja naik menjadi penyebab kematian ketujuh pada 2025, dengan 5.519 korban jiwa, meningkat 59,5 persen dibandingkan pada 2016.

Sementara itu, influenza dan pneumonia menyebabkan 4.382 kematian, menempati peringkat ke-11 di antara penyebab utama kematian dan mencakup 2,3 persen dari seluruh angka kematian.

Menurut ABS, tingkat kematian pria yang disesuaikan berdasarkan usia turun ke level terendah sepanjang sejarah, yaitu 581,3 kematian per 100.000 orang pada 2025.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira